Pada hari ini, Rabu 4 Pebruari 2026, Pengawasan Sanitasi Uspet dan Kesmavet bersama Pengawas Bibit Ternak melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi perkembangan ternak di Pusat Pembibitan Sapi Bali Unggul (PPSBU) yang berlokasi di Kecamatan Gerokgak, dengan didampingi oleh petugas.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak serta mengevaluasi tingkat produktivitas dan performans sapi yang dipelihara di PPSBU.
Dalam pelaksanaan monitoring tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik ternak sapi yang berjumlah 22 ekor, terdiri atas 19 ekor sapi indukan, 1 ekor sapi jantan, dan 2 ekor pedet. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh ternak sapi berada dalam kondisi sehat. Namun demikian, terdapat 3 ekor sapi indukan yang telah dinyatakan tidak produktif. Terhadap sapi-sapi tersebut telah dilakukan pemeriksaan organ reproduksi oleh dokter hewan dari BPP Kecamatan Gerokgak sebagai tindak lanjut
Selain itu, tim juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan dan kondisi pakan ternak, khususnya pakan silase yang dibuat sebanyak ±250 kg. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pakan silase tersebut berada dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi oleh ternak.
Selain monitoring di PPSBU, tim juga melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap pelaku usaha peternakan sapi dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi usaha. Pada kegiatan ini dilakukan pengecekan performans ternak yang meliputi kondisi fisik, kesehatan umum, serta sistem pemeliharaan ternak yang diterapkan.
Kemudian dilaksanakan monitoring terhadap kelompok ternak penerima bantuan Dana DAK tahun 2024 yang berlokasi di Desa Pemuteran berupa Pembangunan Unit Olahan Pakan Ternak Kosentrat Ruminansi dan alat mesin peternakan dengan memproduksi pakan ternak, dalam hasil monitoring kelompok sudah memanfaatkan alat yang diperoleh dengan baik sampai dengan saat ini produksi pakan sudah mencapai 1.550 kg