Selasa, 9 Desember 2025
INCEPTION REPORT HDDAP KABUPATEN BULELENG :
1. Fokus Pengembangan Hortikultura Lahan Kering, Buleleng merupakan salah satu wilayah di Bali yang terpilih untuk program Kementerian Pertanian ini, khususnya untuk pengembangan tanaman Manggis, Durian, Bawang Merah, dan Sayuran Daun. (Fokus tahun 2026 claster manggis).
2. Proyek ini memberikan pendampingan menyeluruh bagi petani, mulai dari teknik budidaya (olah tanah) hingga membantu pemasaran hasil panen, memastikan hasil maksimal.
3. Peningkatan Kesejahteraan Petani, dengan dukungan teknologi, manajemen, dan akses pasar, diharapkan kesejahteraan petani di lahan kering dapat meningkat, menjadikan proyek ini investasi terpadu di sektor pertanian hortikultura
4. Isu dan Tantangan
- Isu Kelembagaan kapasitas Kelembagaan Petani yang Lemah, Optimalisasi Regulasi dan Pembinaan Teknis, Koordinasi Antar Instansi, Regenerasi Petani dan SDM,
- Teknis Operasional, Keterbatasan Infrastruktur, implementasi teknologi pertanian modern, Akses dan Biaya Teknologi, Kapasitas SDM dan Literasi Digital, Manajemen Pascapanen.
- Lingkungan dan Sosial, Pencemaran Air dan Tanah, Emisi G, as Rumah Kaca, Degradasi Tanah dan Erosi, Alih Fungsi Lahan dan Kehilangan Keanekaragaman Hayati,
- Isu Sosial, Kesejahteraan dan Kemiskinan Petani, Kondisi Kerja dan Kesehatan, Ketidaksetaraan Akses dan Gender, Regenerasi Petani, Ketahanan Pangan.
- Mitigasi dan Solusi, Mencegah masalah menjadi lebih buruk di masa depan, Menggunakan metode konservasi tanah dan air, Mengelola lahan tanpa membakar .
5. Kendala Pelaksanaan :
- Mobilisasi Specialist secara bertahap,
- Sarana pendukung operasional yang kurang memadai,
- Belum ada PTO (petunjuk teknis operasional).
6. Kesimpulan:
- Lokasi HDDAP Kabupaten Buleleng memiliki potensi untuk pengembangan hortikultura,
- Komoditi terpilih sudah dibudidayakan oleh petani,
- Petani membutuhkan berbagai jenis pelatihan untuk penguatan kelembagaan,
- Petani memerlukan akses pasar yang lebih layak.