Senin, 9 Februari 2026, dalam rangka mendukung pemanfaatan lahan pertanian serta peningkatan produktivitas tanaman, telah dilaksanakan kegiatan pengaplikasian Pupuk Hayati Formula 100+ di Lahan Lokapaksa seluas 0,50 ha dan Lahan Balai Benih Pembantu Padi dan Palawija (BBPP) Gerokgak dengan luas 1 hektar.
Pupuk Hayati Formula 100+ merupakan pupuk hayati cair berbasis mikroorganisme dan senyawa biologis aktif yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pupuk ini mengandung berbagai mikroorganisme menguntungkan, antara lain Azospirillum sp., Azotobacter sp., Cytophaga sp., Lactobacillus sp., Rhizobium sp., dan Saccharomyces sp., yang berperan dalam memperbaiki kondisi tanah serta merangsang pertumbuhan tanaman.
Manfaat dan keunggulan Pupuk Hayati Formula 100+ antara lain lebih efektif karena cepat diserap oleh tanaman, mampu memperbaiki struktur tanah, menstimulasi ketersediaan unsur hara, meningkatkan aktivitas mikroorganisme positif di dalam tanah, menyediakan nutrisi bagi tanah dan tanaman, merangsang pertumbuhan serta kinerja akar secara optimal, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen, ramah lingkungan, serta dapat menghemat biaya pemupukan.
Pengaplikasian Pupuk Hayati Formula 100+ dilakukan dengan cara mengocok kemasan jerigen sebelum digunakan, kemudian mencampurkan pupuk sesuai dosis anjuran, yaitu 1 liter Formula 100+ untuk 50 liter air bersih pada tanaman padi. Pupuk tidak diperbolehkan dicampur dengan bahan kimia, dan diaplikasikan dengan cara disemprotkan atau dikocorkan pada permukaan tanah di sekitar tanaman. Aplikasi dilakukan 3–5 hari sebelum atau sesudah pemberian pupuk kimia.
Kegiatan pengaplikasian Pupuk Hayati Formula 100+ ini telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Diharapkan melalui penggunaan pupuk hayati ini, kesuburan tanah di Lahan Lokapaksa dan Lahan BBPP Gerokgak dapat meningkat, pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal, serta hasil produksi padi dapat meningkat secara berkelanjutan