(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Pertanian Berkelanjutan

Admin distan | 07 November 2013 | 17073 kali

Oleh: Ir. IGA Maya Kurnia, M.Si (PP Madya pada Distanak Kabupaten Buleleng)

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumberdaya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) untuk proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin.  Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan (economically viable). Petani mampu menghasilkan keuntungan dalam tingkat produksi yang cukup dan stabil, pada tingkat resiko yang bisa ditolerir/diterima.Berwawasan ekologis (ecologically sound). Kualitas agroekosistem dipelihara atau ditingkatkan, dengan menjaga keseimbangan ekologi serta konservasi keanekaragaman hayati. Sistem pertanian yang berwawasan ekologi adalah sistem yang sehat dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap tekanan dan gangguan (stress dan shock).Sistem pertanian yang menjamin terjadinya keadilan dalam akses dan kontrol terhadap lahan, modal, informasi, dan pasar, bagi yang terlibat tanpa membedakan status sosial-ekonomi, gender, agama atau kelompok etnis.  Disamping itu pula, pertanian berkelanjutan diharapkan menghormati eksistensi dan memperlakukan dengan bijak semua jenis mahluk yang ada. Dalam pengembangan pertanian tidak melepaskan diri dari konteks budaya lokal dan menghargai tatanan nilai, spirit dan pengetahuan lokal, mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi yang selalu berubah, seperti pertumbuhan populasi, tantangan kebijaksanaan yang baru dan perubahan konstalasi pasar. Indikator pertanian berkelanjutan diantaranya : (1). Menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dengan kuantitas memadai, (2). Membudidayakan tanaman secara alami, (3). Mendorong dan meningkatkan siklus hidup biologis dalam ekosistem pertanian, (4). Memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang, (5). Menghindarkan seluruh bentuk cemaran yang diakibatkan penerapan teknik pertanian, (6). Memelihara keragaman genetik sistem pertanian

Konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet).Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang.  Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan.  Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah terpeliharanya keragaman hayati dan daya tekstur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehingga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial.

Beberapa kegiatan yang diharapkan dapat menunjang dan memberikankontribusi dalam meningkatkan keuntungan produktivitas pertanian dalam jangkapanjang, meningkatkan kualitas lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidupmasyarakat pedesaan adalah sebagai berikut: (1).Pengendalian Hama Terpadu merupakan suatu pendekatan untuk mengendalikanhama yang dikombinasikan dengan metode-metode biologi, budaya, fisik dankimia, dalam upaya untuk meminimalkan; biaya, kesehatan dan resiko-resikolingkungan. Adapun caranya dapat melalui;    Penggunaan insek, reptil atau binatang-binatang yang diseleksi untuk mengendalikan hama atau dikenal musuh alami hama, seperti Tricogama sp., sebagai musuh alami dari parasit telur dan parasit larva hama tanaman, menggunakan tanaman-tanaman “penangkap” hama, yang berfungsi sebagai pemikat (atraktan), yang menjauhkan hama dari tanaman utama, menggunakan drainase dan mulsa sebagai metode alami untuk menurunkan infeksi jamur, dalam upaya menurunkan kebutuhan terhadap fungisida sintetis, melakukan rotasi tanaman untuk memutus populasi pertumbuhan hama setiap tahun;
(2). Sistem Rotasi dan Budidaya Rumput dimana sistem pengelolaan budidaya rumput intensif yang baru adalah denganmemberikan tempat bagi binatang ternak di luar areal pertanian pokok yangditanami rumput berkualitas tinggi, dan secara tidak langsung dapat menurunkanbiaya pemberian pakan. Selain itu, rotasi dimaksudkan pula untuk memberikanwaktu bagi pematangan pupuk organik. Areal peternakan yang dipadukandengan rumput atau kebun buah-buahan dapat memiliki keuntungan ganda,antara lain ternak dapat menghasilkan pupuk kandang yang merupakan pupuk untuk areal pertanian; (3).Konservasi Lahan dengan beberapa metode konservasi lahan termasuk penanaman alur, mengurangi atautidak melakukan pembajakan lahan, dan pencegahan tanah hilang baik oleh erosiangin maupun erosi air. Kegiatan konservasi lahan dapat meliputi:Menciptakan jalur-jalur konservasi,Menggunakan dam penahan erosi,Melakukan penterasan, Menggunakan pohon-pohon dan semak untuk menstabilkan tanah; (4).Menjaga Kualitas Air/Lahan Basah  dengan Konservasi dan perlindungan sumberdaya air telah menjadi bagian penting dalampertanian. Banyak diantara kegiatan-kegiatan pertanian yang telah dilaksanakantanpa memperhatikan kualitas air. Biasanya lahan basah berperan penting dalammelakukan penyaringan nutrisi (pupuk anoraganik) dan pestisida. Adapunlangkah-langkah yang ditujukan untuk menjaga kualitas air, antara lain; Mengurangi tambahan senyawa kimia sintetis ke dalam lapisan tanah bagian atas (top soil) yang dapat mencuci hingga muka air tanah (water table),  Menggunakan irigasi tetes (drip irrigation),    Menggunakan jalur-jalur konservasi sepanjang tepi saluran air, Melakukan penanaman rumput bagi binatang ternak untuk mencegah peningkatan racun akibat aliran air limbah pertanian yang terdapat pada peternakan intensif. (5).Penanaman tanaman-tanaman seperti gandum dan semanggi pada akhir musimpanen tanaman sayuran atau sereal, dapat menyediakan beberapa manfaattermasuk menekan pertumbuhan gulma (weed), pengendalian erosi, danmeningkatkan nutrisi dan kualitas tanah; (6).Diversifikasi Lahan dan Tanaman dengan bertanam dengan memiliki varietas yang cukup banyak di lahan pertanian dapatmengurangi kondisi ekstrim dari cuaca, hama penggangu tanaman, dan hargapasar. Peningkatan diversifikasi tanaman dan jenis tanaman lain seperti pohon-pohondan rumput-rumputan, juga dapat memberikan kontribusi terhadapkonservasi lahan, habitat binatang, dan meningkatkan populasi serangga yangbermanfaat. Beberapa langkah kegiatan yang dilakukan;    Menciptakan sarana penyediaan air, yang menciptakan lingkungan bagi katak, burung dan binatang-binatang lainnya yang memakan serangga dan insek, Menanam tanaman-tanaman yang berbeda untuk meningkatkan pendapatan sepanjang tahun dan meminimalkan pengaruh dari kegagalan menanam sejenis tanaman saja; (7).Pengelolaan Nutrisi Tanaman dengan baik dapat meningkatkan kondisi tanah danmelindungi lingkungan tanah. Peningkatan penggunaan sumberdaya nutrisi di lahan pertanian, seperti pupuk kandang dan tanaman kacang-kacangan(leguminosa) sebagai penutup tanah dapat mengurangi biaya pupuk anorganikyang harus dikeluarkan. Beberapa jenis pupuk organik yang bisa digunakan antara lain : Pengomposan, Penggunaan kascing, Penggunaan Pupuk Hijauan (dedaunan), Penambahan nutrisi pada tanah dengan emulsi ikan dan rumput laut; (8).Agroforestri (wanatani) yang merupakan suatu sistem tata guna lahan yang permanen, dimanatanaman semusim maupun tanaman tahunan ditanam bersama atau dalam rotasimembentuk suatu tajuk yang berlapis, sehingga sangat efektif untuk melindungitanah dari hempasan air hujan. Sistem ini akan memberikan keuntungan baiksecara ekologi maupun ekonomi.Beberapa keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan lahan dengan sistemagroforestri ini antara lain:   Dapat diperoleh secara berkesinambungan hasil tanaman-tanaman musiman dan tanaman-tanaman tahunan, Dapat dicegah terjadinya serangan hama secara total yang sering terjadi pada tanaman satu jenis (monokultur), Keanekaan jenis tanaman yang terdapat pada sistem agroforestri memungkinkan terbentuknya stratifikasi tajuk yang mengisi ruang secara berlapis ke arah vertikal.  Adanya struktur stratifikasi tajuk seperti ini dapatmelindungi tanah dari hempasan air hujan, karena energi kinetik air hujansetelah melalui lapisan tajuk yang berlapis-lapis menjadi semakin kecildaripada energi kinetik air hujan yang jatuh bebas.

Pertanian berkelanjutan juga mengembalikan keragaman hayati, selain berdampak pada peningkatan taraf hidup petani kecil, pertanian berkelanjutan juga mengembalikan keragaman hayati. Perubahan ke arah produksi padi dengan metode pertanian berkelanjutan, misalnya System of Rice Intensification (SRI) dan Integrated Pest Management (IPM) sering kali berdampak pada pemulihan fauna, seperti serangga, amfibi, dan ikan-ikan di ekosistem sekitarnya.Saat ini, petani-petani Indonesia melalui organisasi petani juga mulai bekerja sama secara langsung dengan pihak swasta. Muncul potensi besar untuk mengembangkan model bisnis dan penerapan lebih luas dengan dukungan atau bekerja sama dengan perusahaan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pemerintah. Praktik pertanian berkelanjutan yang terkait pula dengan praktik keragaman hayati sekaligus saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Taraf hidup petani kecil pun meningkat.  

Rekomendasi :
DepartemenPertanian, DirektoratJenderalProduksiHortikulturadanAnekaTanaman, 2000. KebijakanPerlindunganTanamanHortikulturaDenganOrientasiPasar Global. Jakarta
Ecological Agriculture Projects. 1989. Sustainability Agriculture. EAP Publication– 16.Macdonald College of McGill University.
PanganBerwawasanLingkunganDalamKinerjaPenelitianTanamanPangan. Buku I. KebijaksanaandanHasilUtamaPenelitian.PuslitbangTanamanPangan. BadanPenelitiandanPengembanganPertanianKasumbogoUntung. 1997