Oleh:
Rafika Ardiani, S.P/POPT Ahli Pertama
(Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Gerokgak)
Berbeda dengan hama yang berukuran besar dan dapat dilihat dengan kasat mata tanpa bantuan alat, penyakit tanaman disebabkan oleh patogen yang berupa organisme yang sangat kecil, antara lain: jamur, bakteri, mikoplasma dan virus tanaman. Patogen tersebut apabila menginfeksi tanaman selanjutnya berkembangbiak dan menyebar dalam tanaman, akhirnya tanaman mengalami tidak normalan metabolisme yang terekspresikan dalam bentuk hambatan pertumbuhan, perubahan warna, kematian sel/jaringan yang disebut dengan gejala penyakit. Gejala penyakit pada ubi jalar dapat dilihat pada daun, batang, dan umbi. Infeksi virus bersifat sistemik, artinya virus terdapat di seluruh jaringan tanaman yang terserang. Bibit yang diambil dari tanaman yang terinfeksi viru akan mengandung virus dan tanaman yang dari stek terebut juga terinfeksi virus.
Terdapat aneka gejala serangan patogen pada ubi jalar seperti kerusakan dan perubahan warna daun, retakan atau luka pada batang, kerusakan dan warna pada umbi. Penyakit yang diakibatkan patogen bersifat menular dari tanaman sakit ke tanaman di sekitarnya. Selain menurunkan hasil, serangan penyakit juga dapat mengurangi kualitas umbi ataupun bahan tanam (stek) ubi jalar. Di Indonesia, penyakit ubi jalar di lapangan yang penting antara lain: penyakit kudis Sphaceloma batatas, busuk batang Sclerotium, dan penyakit virus.
1. Kudis
? Gejala
Mula-mula berupa bercak kemudian membentuk benjolan seperti kudis, biasanya terdapat pada tulang-tulang daun bagian bawah. Jika cuaca mendukung kudis tersebar sampai mencapai daun yang berada di pucuk, dan pucuk seperti terpilin dan tumbuh tegak. Gejala tunas terpilin dan tumbuh tegak tersebut secara cepat dapat dilihat dari jarak agak jauh. Penyakit kudis dapat menyerang tulang-tulang daun, batang, dan pucuk tanaman, yang dicirikan dengan daun-daun yang terserang menjadi kecil, berkerut (keriting) dan tidak membuka sepenuhnya. Pada serangan berat pucuk menjadi kerdil dan akhirnya mati.
? Bioekologi
Penyakit kudis berkembang lebih baik dalam cuaca lembab dan sejuk. Oleh karena itu pengairan yang berlebihan harus dihindari. Penyebaran penyakit oleh spora jamur yang terdapat pada permukaan daun/batang yang berkudis yang tercuci dan terpencar oleh percikan air hujan.
? Pengendalian
a) Menanam varietas tahan
b) Sanitasi lahan dengan memotong dan membakar atau mengubur batang/cabang tanaman yang terserang penyakit kudis di dalam tanah
c) Fungisida clorotalonil, Dithane M-45 pada umur satu bulan hingga berumur tiga bulan dengan interval waktu satu bulan
2. Bercak daun coklat
? Gejala
Pada daun terdapat bercak-bercak bulat atau tidak teratur, berukuran 6–10 mm yang mula-mula berwarna coklat kekuningan dengan batas yang kurang jelas. Namun kemudian bagian tengah bercak berwarna keabu-abuan. Pada perkembangan lebih lanjut jaringan tanaman sakit mengalami nekrosis, mati dan rontok mengakibatkan daun menjadi berlubang-lubang. Selain bercak daun coklat C. batatae, tanaman ubi jalar juga kadang-kadang diserang penyakit dengan gejala berupa bercak daun antara lain oleh oleh jamur Alternaria sp., Curvularia sp., dan Ascochyta sp. Namun secara umum penyakit tersebut kurang penting.
? Ekobiologi
Penyakit bercak daun C. batatae banyak berkembang pada daerah tropika yang panas dan lembab, dan jarang ditemukan pada musim kering. Jamur membentuk spora pada permukaan bawah dan atas daun, tetapi kebanyakan pada permukaan bawah. Spora tersebut disebarkan oleh angin dan hujan sangat berperan dalam penyebaran penyakit di lapang. Sejauh ini belum diketahui tanaman lain selain ubijalar, namun diduga bertahan pada gulma.
? Pengendalian
Teknologi pengendalian khusus belum ada karena pada umumnya penyakit ini tidak mengakibatkan kerugian hasil. Menggunakan bibit yang sehat merupakan salah satu cara untuk mengendalikan penyakit tersebut.
3. Bercak daun phyllosticta
? Gejala
Gejala pada daun terserang berupa luka berwarna keabu-abuan dan batas coklat tua atau keunguan yang jelas, biasanya berdiameter kurang dari 10 mm. Pada bagian pusat bercak sering terdapat bintik kehitaman yang merupakan piknidia jamur.
? Bioekologi
Seperti halnya penyakit bercak daun coklat, penyakit bercak daun phyllosticta juga banyak menyerang pada kondisi yang lembap, terutama pada musim hujan. Jamur terutama menyerang daun bagian bawah yang berdekatan dengan tanah. Penyakit di sebar luaskan melalui spora jamur dengan bantuan percikan air hujan dan angin dan mungkin oleh serangga. Umumnya jamur menyerang daun yang tua.
? Pengendalian
Menggunakan bahan stek yang sehat merupakan salah satu cara pengendalian penyakit tersebut.
4. Busuk batang sclerotium
? Gejala
Gejalankhas penyakit busuk batang adalah daun menguning, tanaman layu. Pada tanaman ubi jalar, jamur dapat hanya menyerang salah satu cabang, sementara cabang yang lain masih sehat. Pada kondisi yang mendukung perkembangan penyakit, selain gejala berupa busuk pada batang, sering kali ditandai adanya miselianjamur berwarna putih dan sklerotia jamur yang bulat, kecil seperti biji sawi.
? Pengedalian
- Untuk menghindari serangan pada pembibitan, gunakan bibit umbi yang sehat
- Sebelum tanaman bibit/umbi dicelup dalam larutan fungisida
- Menggunakan drainase yang baik
Sumber:
Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2015. Hama, Penyakit, dan Gulma pada Tanaman Ubi Jalar.Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.