(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Waspada Hadapi Ancaman Penyakit Antraknosa Cabai di Musim Hujan

Admin distan | 21 Januari 2026 | 224 kali

oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P

(POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sawan)



 

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan oleh petani. Namun, produktivitas tanaman cabai sering menghadapi berbagai kendala, terutama serangan penyakit. Salah satu penyakit yang paling merugikan dan sering muncul pada musim hujan adalah antraknosa, yang dikenal juga sebagai penyakit patek atau busuk buah cabai.

 

Mengenal Penyakit Antraknosa Cabai

Antraknosa pada cabai disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penyakit ini menyerang hampir seluruh bagian tanaman, terutama buah, baik saat masih di tanaman maupun setelah panen. Gejala awal biasanya berupa bercak kecil berwarna cokelat kehitaman yang kemudian melebar, cekung, dan menyebabkan buah membusuk. Pada kondisi kelembapan tinggi, bercak tersebut dapat ditumbuhi massa spora berwarna oranye atau merah muda. Jika tidak dikendalikan, antraknosa dapat menyebabkan kerugian hasil yang sangat besar hingga gagal panen.

 

Mengapa Musim Hujan Sangat Berisiko?

Musim hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan jamur penyebab antraknosa. Curah hujan tinggi, kelembapan udara yang meningkat, serta percikan air hujan membantu penyebaran spora jamur dari satu tanaman ke tanaman lain. Selain itu, sinar matahari yang terbatas memperlambat pengeringan permukaan tanaman, sehingga patogen lebih mudah menginfeksi. Drainase lahan yang buruk dan jarak tanam yang terlalu rapat juga memperparah kondisi, karena mempertinggi kelembapan di sekitar tanaman cabai.

 

Dampak Serangan Antraknosa

Serangan antraknosa tidak hanya menurunkan kuantitas hasil panen, tetapi juga menurunkan kualitas buah cabai. Buah yang terinfeksi tidak layak jual dan memiliki daya simpan yang rendah. Dalam skala luas, penyakit ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani, terutama pada puncak musim hujan.

 

Strategi Antisipasi dan Pengendalian

Untuk mengurangi risiko serangan antraknosa cabai di musim hujan, petani perlu menerapkan langkah-langkah pengendalian terpadu, antara lain:

1.      Penggunaan Benih Sehat dan Varietas Tahan
Memilih benih bersertifikat dan varietas yang relatif tahan terhadap antraknosa dapat menekan sumber infeksi sejak awal.

2.      Pengelolaan Lingkungan Tanam
Atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik, serta pastikan sistem drainase berfungsi optimal untuk mencegah genangan air.

3.      Sanitasi Lahan
Buang dan musnahkan buah atau bagian tanaman yang terserang penyakit untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

4.      Pemupukan Berimbang
Pemupukan yang tepat, terutama unsur kalium dan kalsium, dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit, (
Agastya, I.M.I., Prakoso, R.D.J., & Hamzah, A. 2025).

5.      Pengendalian Hayati dan Kimia
Penggunaan agen hayati atau fungisida kimia sebagai alternatif terakhir sesuai anjuran dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan maupun pengendalian, dengan memperhatikan dosis dan waktu aplikasi agar efektif dan aman. Berikut 
bahan aktif fungisida yang efektif dan sering direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit antraknosa :

·         Azoxystrobin : efektif menghambat pertumbuhan jamur penyebab antraknosa.

·         Pyraclostrobin : komponen aktif dalam produk yang direkomendasikan untuk antraknosa.

·         Difenokonazol / Tebuconazole / Mefentrifluconazole : fungisida sistemik golongan triazole yang membantu mengendalikan infeksi jamur.

·         Priaxor (Pyraclostrobin + Fluxapyroxad) : kombinasi bahan aktif yang terbukti efektif menghambat Colletotrichum.

·         Mancozeb :  fungisida kontak spektrum luas yang biasa digunakan untuk pencegahan serta pengendalian awal.

·         Chlorothalonil : fungisida kontak yang membantu mencegah spora jamur berkembang biak di permukaan tanaman.

·         Propineb dan copper (tembaga) : bahan aktif kontak yang juga banyak dipakai dalam pengendalian jamur, (Hortikultura Kementerian Pertanian RI, 2024).



 

Daftar Pustaka

Agastya, I.M.I., Prakoso, R.D.J., & Hamzah, A. (2025). Teknik Pengendalian Penyakit Antraknose di Sentra Tanaman Cabai Menggunakan PHT. Jurnal Akses Pengabdian Indonesia (JAPI).

Hortikultura Kementerian Pertanian RI. (2024). Cara Kerja dan Daftar Pestisida serta Strategi Pegilirannya pada Budidaya Tanaman Sayuran dan Palawija.