(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Bagaimana Membedakan Penyakit Jamur, Bakteri dan Virus?

Admin distan | 29 Januari 2026 | 42 kali

 

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P/POPT BPP Banjar



Penyakit tanaman dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk jamur, bakteri, dan virus. Penyakit tanaman dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dalam produksi pertanian, sehingga kemampuan membedakan penyakit tanaman berdasarkan penyebabnya merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya pengendalian OPT. Identifikasi yang tepat akan membantu dalam menentukan tindakan pengendalian yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan sesuai dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dengan demikian, kerugian akibat penyakit tanaman dapat ditekan dan keberlanjutan produksi pertanian dapat terjaga.

 

Ciri-ciri penyakit jamur:

Gejala penyakit akibat jamur relatif beragam, namun beberapa ciri khas yang sering dijumpai antara lain:

-       Muncul bercak pada daun, batang, atau buah dengan bentuk dan warna yang jelas, seperti cokelat, kehitaman, atau keabu-abuan. Bentuk bercak dapat berupa lesi bulat, lonjong, poligonal, melingkar atau tak tentu.

-       Adanya miselium atau lapisan seperti tepung, beludru, atau kapas pada permukaan tanaman, dengan warna umumnya cokelat, kehitaman, atau keabu-abuan. Misalnya embun tepung mentimun, bubuk putih muncul pada lesi di daun. Contoh lain adalah jamur melon dan tomat abu-abu, dan jamur abu-abu muncul pada daun yang terkena sisa bunga dan buah.

-       Perubahan warna pada daun, seperti kuning atau coklat

-       Kerusakan pada jaringan tanaman, seperti pembusukan atau pengeringan tergantung jenis jamurnya.

-       Jaringan tanaman yang terserang sering kali mengering, nekrotik, dan dapat rontok.

Beberapa contoh penyakit tanaman akibat jamur antara lain karat daun (Puccinia spp.), bercak daun (Cercospora spp.), pembusukan buah (Botrytis spp.), blas padi (Pyricularia oryzae), antraknosa, busuk akar, dll. Penyakit-penyakit tersebut umumnya berkembang pesat pada kondisi lingkungan lembap dengan sirkulasi udara yang buruk.


Ciri-ciri penyakit bakteri :

Bakteri merupakan mikroorganisme bersel satu yang dapat masuk ke jaringan tanaman melalui luka, stomata, atau bukaan alami lainnya. Penyakit akibat bakteri sering kali berkembang cepat, terutama pada kondisi suhu hangat dan kelembapan tinggi. Gejala umum penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri meliputi:

-       Bercak pada daun yang tampak basah (water-soaked) pada tahap awal, kemudian berubah menjadi cokelat atau kehitaman.

-       Busuk basah yang berbau tidak sedap, terutama pada batang, umbi, atau buah. Bau adalah ciri penting penyakit bakteri, seperti busuk lunak kubis Cina.

-       Layu bakteri, di mana tanaman tampak layu meskipun kondisi tanah cukup lembap.

-       Bisul atau koreng buah, dengan tonjolan kecil di permukaan buah. Seperti kanker tomat, keropeng lada.

-       Akar menjadi layu dan ikatan pembuluh pada ujung akar berubah warna menjadi coklat. Misalnya penyakit layu bakteri pada lada.

Contoh penyakit tanaman akibat bakteri antara lain hawar daun bakteri, layu bakteri, dan busuk lunak. Penyakit ini umumnya sulit dikendalikan karena bakteri dapat bertahan di dalam jaringan tanaman dan sisa tanaman terinfeksi.

 

Ciri-ciri penyakit virus:

Virus merupakan patogen berukuran sangat kecil dan bersifat parasit obligat, sehingga hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup. Virus tanaman umumnya ditularkan melalui vektor seperti serangga, bahan tanam terinfeksi, atau alat pertanian yang tercemar. Gejala penyakit akibat virus cenderung bersifat sistemik dan tidak menimbulkan pembusukan jaringan, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

-       Perubahan warna daun berupa mosaik, belang, atau klorosis yang tidak beraturan.

-       Daun mengalami pengeritingan, penyempitan, atau perubahan bentuk.

-       Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman tampak kerdil.

-       Produksi dan kualitas hasil menurun tanpa adanya gejala busuk atau bercak nekrotik yang jelas.

Beberapa contoh penyakit tanaman akibat virus antara lain penyakit mosaik, tungro pada padi, dan keriting daun. Hingga saat ini, belum tersedia bahan kimia yang efektif untuk menyembuhkan tanaman yang telah terinfeksi virus.

Secara ringkas, penyakit jamur umumnya ditandai dengan bercak dan adanya struktur jamur pada permukaan tanaman. Penyakit bakteri sering menyebabkan bercak basah, busuk berbau, dan layu mendadak. Sementara itu, penyakit virus lebih ditandai oleh perubahan warna dan bentuk daun serta pertumbuhan tanaman yang terhambat tanpa gejala pembusukan.

 

 

Sumber:

Semangun, H. 2000. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

 

Pelczar, M.J. Symptoms and signs in plant disease in Classification of plant disease by causal agent. Diakses pada https://www.britannica.com/science/plant-disease/Symptoms-and-signs