Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P/POPT BPP Banjar
Penyakit tanaman dapat disebabkan oleh
berbagai patogen, termasuk jamur, bakteri, dan virus. Penyakit tanaman dapat
menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dalam produksi pertanian, sehingga kemampuan membedakan penyakit tanaman berdasarkan penyebabnya
merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya pengendalian OPT.
Identifikasi yang tepat akan membantu dalam menentukan tindakan pengendalian
yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan sesuai dengan prinsip Pengendalian
Hama Terpadu (PHT). Dengan demikian, kerugian akibat penyakit tanaman dapat
ditekan dan keberlanjutan produksi pertanian dapat terjaga.
Ciri-ciri penyakit jamur:
Gejala penyakit
akibat jamur relatif beragam, namun beberapa ciri khas yang sering dijumpai
antara lain:
-
Muncul bercak pada daun, batang, atau buah
dengan bentuk dan warna yang jelas, seperti cokelat, kehitaman, atau
keabu-abuan. Bentuk bercak dapat berupa lesi bulat, lonjong, poligonal,
melingkar atau tak tentu.
-
Adanya miselium atau lapisan seperti
tepung, beludru, atau kapas pada permukaan tanaman, dengan warna umumnya cokelat,
kehitaman, atau keabu-abuan. Misalnya embun tepung mentimun, bubuk putih muncul
pada lesi di daun. Contoh lain adalah jamur melon dan tomat abu-abu, dan jamur
abu-abu muncul pada daun yang terkena sisa bunga dan buah.
-
Perubahan warna pada daun, seperti kuning
atau coklat
-
Kerusakan pada jaringan tanaman, seperti
pembusukan atau pengeringan tergantung jenis jamurnya.
-
Jaringan tanaman yang terserang sering
kali mengering, nekrotik, dan dapat rontok.
Beberapa
contoh penyakit tanaman akibat jamur antara lain karat daun (Puccinia spp.), bercak
daun (Cercospora spp.), pembusukan buah (Botrytis spp.), blas padi (Pyricularia
oryzae), antraknosa, busuk akar, dll. Penyakit-penyakit tersebut umumnya
berkembang pesat pada kondisi lingkungan lembap dengan sirkulasi udara yang
buruk.
Ciri-ciri penyakit bakteri :
Bakteri
merupakan mikroorganisme bersel satu yang dapat masuk ke jaringan tanaman
melalui luka, stomata, atau bukaan alami lainnya. Penyakit akibat bakteri
sering kali berkembang cepat, terutama pada kondisi suhu hangat dan kelembapan
tinggi. Gejala umum penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri meliputi:
-
Bercak pada daun yang tampak basah (water-soaked)
pada tahap awal, kemudian berubah menjadi cokelat atau kehitaman.
-
Busuk basah yang berbau tidak sedap,
terutama pada batang, umbi, atau buah. Bau adalah ciri penting penyakit
bakteri, seperti busuk lunak kubis Cina.
-
Layu bakteri, di mana tanaman tampak layu
meskipun kondisi tanah cukup lembap.
-
Bisul atau koreng buah, dengan tonjolan
kecil di permukaan buah. Seperti kanker tomat, keropeng lada.
-
Akar menjadi layu dan ikatan pembuluh pada
ujung akar berubah warna menjadi coklat. Misalnya penyakit layu bakteri pada
lada.
Contoh
penyakit tanaman akibat bakteri antara lain hawar daun bakteri, layu bakteri,
dan busuk lunak. Penyakit ini umumnya sulit dikendalikan karena bakteri dapat
bertahan di dalam jaringan tanaman dan sisa tanaman terinfeksi.
Ciri-ciri penyakit virus:
Virus
merupakan patogen berukuran sangat kecil dan bersifat parasit obligat, sehingga
hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup. Virus tanaman umumnya
ditularkan melalui vektor seperti serangga, bahan tanam terinfeksi, atau alat
pertanian yang tercemar. Gejala penyakit akibat virus cenderung bersifat
sistemik dan tidak menimbulkan pembusukan jaringan, dengan ciri-ciri sebagai
berikut:
-
Perubahan warna daun berupa mosaik,
belang, atau klorosis yang tidak beraturan.
-
Daun mengalami pengeritingan, penyempitan,
atau perubahan bentuk.
-
Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga
tanaman tampak kerdil.
-
Produksi dan kualitas hasil menurun tanpa
adanya gejala busuk atau bercak nekrotik yang jelas.
Beberapa
contoh penyakit tanaman akibat virus antara lain penyakit mosaik, tungro pada
padi, dan keriting daun. Hingga saat ini, belum tersedia bahan kimia yang
efektif untuk menyembuhkan tanaman yang telah terinfeksi virus.
Secara
ringkas, penyakit jamur umumnya ditandai dengan bercak dan adanya struktur
jamur pada permukaan tanaman. Penyakit bakteri sering menyebabkan bercak basah,
busuk berbau, dan layu mendadak. Sementara itu, penyakit virus lebih ditandai
oleh perubahan warna dan bentuk daun serta pertumbuhan tanaman yang terhambat
tanpa gejala pembusukan.
Sumber:
Semangun,
H. 2000. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gadjah Mada University
Press.
Pelczar,
M.J. Symptoms and signs in plant disease in Classification of plant disease by
causal agent. Diakses pada https://www.britannica.com/science/plant-disease/Symptoms-and-signs