(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Ulat Penggerek Pucuk pada Tanaman Kapas

Admin distan | 22 Januari 2026 | 249 kali


Oleh : Vani Silvana, S.P.

(POPT Ahli Pertama pada Dinas Pertanian)



Tanaman kapas (Gossypium spp.)merupakan salah satu komoditas perkebunan penting sebagai bahan baku industri tekstil. Dalam proses budidayanya, kapas menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan hama. Hama yang cukup merugikan adalah ulat penggerek pucuk, yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil produksi secara signifikan. Ulat penggerek pucuk pada tanaman kapas umumnya merupakan larva dari jenis ngengat (Lepidoptera), seperti Earias vittella dan Earias insulana. Pada fase larva, hama ini sangat aktif merusak jaringan tanaman, terutama bagian pucuk, tunas muda, dan kuncup bunga. Ulat penggerek pucuk mengalami metamorfosis sempurna, yaitu telur diletakkan pada pucuk atau daun muda, larva ulat) fase paling merusak karena menggerek jaringan tanaman, pupa (kepompong) biasanya berada di tanah atau sisa tanaman, Imago (ngengat) bertelur kembali dan mengulangi siklus. Siklus hidup yang relatif singkat menyebabkan populasi hama dapat meningkat dengan cepat jika tidak dikendalikan.

Serangan ulat penggerek pucuk dapat dikenali melalui beberapa gejala yaitu pucuk tanaman layu, mengering, atau mati, terdapat lubang kecil pada pucuk atau batang muda, pertumbuhan tanaman terhambat dan bercabang tidak normal, kuncup bunga dan bakal buah gugur, ditemukan kotoran ulat (frass) di sekitar bagian yang terserang. Jika serangan terjadi pada fase awal pertumbuhan, tanaman kapas dapat mengalami kerusakan berat dan berpotensi gagal berproduksi. Serangan ulat penggerek pucuk dapat menyebabkan penurunan jumlah cabang produktif, berkurangnya pembentukan bunga dan buah kapas, penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, kerugian ekonomi bagi petani. Pada serangan berat, kehilangan hasil dapat mencapai persentase yang tinggi.

Pengendalian ulat penggerek pucuk sebaiknya dilakukan secara terpadu (Pengendalian Hama Terpadu/PHT), antara lain Pengendalian Kultur Teknis dengan menanam varietas kapas tahan hama, menjaga kebersihan lahan dari sisa tanaman, mengatur waktu tanam agar tidak bersamaan dengan puncak populasi hama. Pengendalian Mekanis dengan memotong dan memusnahkan pucuk tanaman yang terserang, mengumpulkan dan membunuh larva secara manual pada serangan ringan. Pengendalian Biologis dengan memanfaatkan musuh alami seperti parasitoid dan predator, penggunaan agen hayati seperti Bacillus thuringiensis. Pengendalian Kimiawi, aplikasi insektisida berbahan aktif Klorantraniliprol, Emamektin Benzoat, Indoksakarb, Profenofos, Lambda-sihalotrin, Novaluron, Flubendiamide sesuai dosis anjuran, penggunaan pestisida kimia dilakukan sebagai pilihan terakhir dan secara bijaksana agar tidak merusak lingkungan.



Daftar Pustaka :

Anonim. 2000. Musuh Alami dan Hama pada Kapas. Proyek Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat Direktorat Proteksi Tanaman Perkebunan, Departemen Kehutanan dan Perkebunan : Jakarta.

Sardjono, Nilam Sari dkk. 2022. Buku Saku Pengelolaan Hama Secara Terpadu Komoditas Kapas. Direktorat Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian : Jakarta.