Tikus adalah hama salah satu hama penting pada tanaman padi, perkembangan tikus yang sangat cepat dapat dan cara merusak tanaman padi dengan menggigit batang padi dapat menyebabkan kerusakan yang berat pada tanaman padi. Daerah persebaran hama tikus sangat dipengaruhi oleh lokasi pertanama padi. Daerah pertanaman padi yang dekat dengan dengan hutan atau perkebunan sangat sering terkena serangan tikus.
Selama ini sering sekali petani mengeluh mengenai hama tikus sawah yang merusak tanaman padinya. Tikus sawah merupakan hama penyumbang kegagalan panen terbesar pada tanaman padi. Sulitnya mengendalikan hama tikus sawah dikarenakan kemampuan adaptasinya yang baik dan kemampuan berkembang biak yang cepat membuat hama tikus sawah sulit ditangani. Tikus sawah mencari makanan pada lahan sawah pada malam hari.
Senin, 5 Agustus 2024 bertempat di Subak Sidayu telah dilaksanakan penyerah pestisida pengendali hama tikus (Rendentisida Klerat 0,005 BB) oleh POPT Kecamatan Buleleng dan PPL Wilbin Kelurahan Penarukan yang di terima langsung oleh kelian Subak Sidayu. Adapun pestisida yang diserahkan sebanyak 4 kaleng. Adapun cara kerja pestisida pengendali hama tikus Rondentisida Klerat 0,005 BB yaitu :
1. Racun ini bekerja secara perlahan, sehingga tikus tidak mengalami jera umpan.
2. Tikus akan mati karena mengalami dehidrasi selama 3-4 hari, sehingga ditemukan dalam kondisi kurus kering.
3. Proses pembusukan berlangsung cepat bahkan sangat cepat sehingga tidak menimbulkan bau.
Pemberian bantuan pestisida pengendali hama tikus (Rendentisida Klerat 0,005 BB) , diharapkan mampu menekan terjadinya serangan hama tikus di Subak Sidayu sehingga petani mampu menghasilkan produksi yang maksimal.
(BPP BULELENG)