Pengendalian Hama Terpadu merupakan salah satu sistem atau cara yang dilakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit dengan cara tradisional yang memanfaatan perilaku hama yang kemudian perkembangannya dapat dihambat sehingga mengurangi kemungkinan hama menyerang tanaman utama. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dapat membantu menyeimbangkan ekosistem agar pertumbuhan hama tidak melampaui ambang batas toleransi tanaman yang dapat merugikan para petani. Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan bantuan Tanaman Refugia dimana tanaman ini dapat dijadikan sebagai penarik serangga yang menjadi musuh alami OPT sebagai sumber nektar dan polen bagi musuh alami OPT padi seperti predator dan parasitoid. Contoh tanaman refugia yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama ini adalah bunga kembang kertas (Zinnia ellegans). bunga Matahari (Heliantus annuus L.), dan bunga Kenikir (Cosmos caudatus). Tanaman ini memiliki karakteristik yang mendukung : ramah lingkungan, mudah ditanam, biaya lebih murah, memiliki warna bunga yang mencolok sehingga disukai oleh predator, memiliki nektar dan pollen sebagai pakan musuh alami, dan mempercantik lahan pertanian. Beberapa contoh musuh alami OPT yang dapat ditemukan di sawah adalah belalang sembah, lebah dan capung jarum. Musuh alami tersebut dapat berperan menjadi predator bagi OPT yang menyerang tanaman padi. Keberadaan musuh alami tersebut juga dapat dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti: intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban. (dari berbagai sumber)
Tanaman Refugia yang dapat menarik musuh alami OPT menyebabkan keseimbangan ekosistem sehingga OPT yang terdapat di lahan sawah dapat dikendalikan oleh para petani. Bertempat di Ruang Bidang Tanaman Pangan, hari Kamis, 11/2/2021 POPT Kabupaten Buleleng memberikan saran untuk penanaman Tanaman Refugia di lahan sawah untuk upaya pengendalian OPT kepada Petugas Teknis Kecamatan. Disamping itu juga berdiskusi tentang penebusan pupuk bersubsidi di Tahun 2021.