(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

PENGAMATAN OPT PADI SAWAH DI SUBAK BAYAN, KELURAHAN PENARUKAN

Admin distan | 08 Juli 2024 | 30 kali

OPT atau Organisme Pengganggu Tanaman merupakan suatu organisme yang menyerang tanaman sehingga membuat tanaman tidak tumbuh dengan baik bahkan sampai mengakibatkan tanaman mati. Untuk memgantisipasi bahaya yang timbul akibat serangan OPT maka dilakukan pengamatan oleh Petugas POPT kecamatan guna mencegah ataupun membatasi serangan OPT agar tidak meluas. 


Senin, 8 Juli 2024 dilakukan pengamatan OPT di Subak Bayan, Kelurahan Penarukan. Dari pengamatan yang dilakukan didapat hasil bahwa pada tanaman padi varietas Inpari 32 dengan umur tanam 50-60 hst terserang Penyakit Kresek. Luas serangan penyakit ini adalah 0.5 ha dengan intensitas 5,6%. Penyakit kresek pada tanaman padi disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae, yang dimana serangan oleh bakteri ini dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan juga dapat menurunkan hasil produksi tanaman padi. Bila serangan terjadi pada awal pertumbuhan, tanaman menjadi layu dan mati, gejala ini disebut kresek dan apabila serangan tanaman dewasa penyakit hawar daun bakteri menimbulkan gejala hawar (blight).


Gejala kresek dimulai dari tepi daun, berwarna keabu-abuan dan lama-lama daun menjadi kering. Bagian yang kering ini akan semakin meluas ke arah tulang daun hingga seluruh daun akan tampak mengering. Bila serangan terjadi saat berbunga, proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna, menyebabkan gabah tidak terisi penuh atau bahkan hampa. Pada kondisi seperti ini kehilangan hasil bisa mencapai 50-70 persen. Penyakit kresek termasuk dalam kategori penyakit yang terbawa benih. Artinya, apabila benih tanaman padi berasal dari tanaman yang terinfeksi, maka penyakit akan berkembang pada pertanaman selanjutnya. Selain benih, penyakit kresek juga bisa ditularkan melalui air, angin dan alat-alat pertanian.


Upaya pengendalian untuk mengatasi penyakit ini yaitu

* Menanam varietas tahan. 

* Bibit padi yang ditanam tidak dipotong pada bagian ujungnya. 

* Jarak tanam jangan terlalu rapat, disarankan dengan cara tanam jajar legowo

* Pengairan berselang (intermiten), hindari penggenangan yang terus-menerus 

* Pemupukan berimbang, jangan terlalu banyak pupuk N 

* Jika intensitas penyakit melebihi 20%, semprot dengan bakterisida 




(BPP BULELENG)