Musim panen Kakao pada tahun ini harga
biji kakao di tingkat petani saat ini (Jumat, 5 Juli 2024) tercatat masih
tinggi. Terpantau harga kakao mencapai Rp 90 ribu per kilogram (harga rut).
Bahkan untuk kualitas premium harganya bisa menembus angka Rp 120 ribu per
kilogram.
Jumat, 5 Juli 2024 telah dilaksanakan kegiatan Survey Kebun
kakao di Subak Abian Tampul Sari, Desa Tajun Kecamatan Kubutambahan. Bersama
Tim dari Distan kabupaten Buleleng (Bidang Perkebunan) yang dihadiri oleh Bapak
Kabid Perkebunan beserta Stap, PPL Wilbin, Kelian Subak Abian Tampul Sari, dan
Kelian Dusun Bayad Desa Tajun. Ketua Subak Abian Tampul Sari dan Kelian Dusun
Bayad Desa Tajun, ketika ditemui Jumat, 5 Juli 2024 mengatakan di tahun 2024
ini, harga biji Kakao tergolong masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan
periode sebelum pandemi melanda. Saat itu harganya mencapai Rp 25 ribu per
kilogram. Untuk saat ini harga kakao di Bali sudah termasuk tinggi, selain
karena tren harga kakao dunia yang juga mengalami kenaikan, masih tingginya
harga kakao di Bali juga disebabkan oleh hasil produksi kakao yang menurun di
tahun ini.
Untuk yang di Bali, penurunan produksi kakao selain disebabkan oleh faktor iklim, juga kualitas pohon kakao ada yang tidak terawat sehingga hasil buahnya tidak maksimal. Sedangkan untuk penurunan produksi Kakao global, ini lebih pada efek domino dari adanya perang Rusia dan Ukraina,” katanya. “Sehingga menyebabkan pasokan pupuk ke beberapa negara penghasil Kakao dunia, seperti Afrika dan Pantai Gading menurun, bahkan sejak perang pasokan kakao dari kedua kawasan tersebut tidak ada.