(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Monitoring dan Evaluasi Budidaya Kakao

Admin distan | 19 Juli 2024 | 52 kali

Kabupaten Buleleng memiliki keanekaragaman komoditas pertanian yang melimpah. Pada komoditas perkebunan, Buleleng terkenal dengan produksi kopi arabika, kopi robusta dan cengkeh. Selain komoditas tersebut, Kabupaten Buleleng juga memiliki komoditas perkebunan lainnya yang tidak kalah penting, yaitu kakao. Budidaya kakao memiliki potensi untuk menjadi sumber penghasilan bagi banyak petani. Salah satu kelompok tani yang melakukan budidaya kakao adalah Kelompok Tani Enjung Sari yang berada di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan. Jumat (19 Juli 202)

Kelompok Tani tersebut telah melaksanakan kegiatan budidaya kakao yang baik untuk memastikan kualitas dan kuantitas hasil yang optimal. Budidaya kakao dimulai dari pemilihan lahan dengan kondisi tanah yang subur, gembur dan memiliki drainase yang baik. Bibit kakao yang dipilih merupakan bibit kakao unggul dan bebas dari penyakit maupun hama. Penanaman dilakukan pada bibit yang berumur 4-6 bulan dengan jarak tanam 3x3 meter. Pemeliharaan kakao dilakukan dengan penyiraman secara rutin, pemupukan berimbang secara berkala dan perlu dilakukan pemangkasan pada cabang yang tidak produktif ataupun pada cabang yang sakit. Pengendalian hama dan penyakit pada kakao diupayakan dengan menerapkan pengendalian hama terpadu atau secara alami. Kriteria panen buah kakao yakni buah yang matang yang memiliki warna kulit yang telah berubah dari hijau menjadi kuning.

Tanaman kakao memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan bagi petani. Dengan melakukan teknik budidaya yang tepat, tanaman kakao dapat memberikan hasil yang optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.



(Bidang Perkebunan)