(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

SEKOLAH LAPANG TANAMAN DURIAN: PEMBUATAN JADAM SULFUR DI SUBAK ABIAN BUANA SARI, DESA BUSUNGBIU

Admin distan | 24 Juni 2024 | 43 kali

Sekolah Lapang (SL) adalah suatu metode pendidikan non-formal yang memberikan kesempatan kepada para petani, nelayan, atau masyarakat lainnya untuk belajar melalui pengalaman langsung di lapangan. Metode ini biasanya berfokus pada peningkatan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari, seperti teknik pertanian, perikanan, atau konservasi lingkungan. Beberapa karakteristik utama dari Sekolah Lapang seperti Pembelajaran Partisipatif: Peserta aktif terlibat dalam proses belajar, berbagi pengalaman, dan mengambil bagian dalam kegiatan praktis di lapangan, Pendekatan Praktis: Fokus pada praktik langsung di lapangan, sehingga peserta dapat melihat langsung hasil dari teknik atau metode yang diajarkan, Pemecahan Masalah Secara Mandiri: Peserta didorong untuk mengidentifikasi masalah di lapangan dan mencari solusinya sendiri atau secara kelompok, Fasilitator Berperan Sebagai Pendamping: Fasilitator atau instruktur lebih berperan sebagai pendamping yang membantu peserta dalam proses belajar daripada sebagai pengajar yang memberikan ceramah dan Peningkatan Kapasitas Lokal: Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan lokal sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dan berdaya dalam mengelola sumber daya mereka. Salah satu kegiatan sekolah lapang (SL) dilaksanakan di Subak Abian Buana Sari, desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu dengan komoditas bidang hortikultura yakni tanaman durian. 

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelumnya, namun agenda pada hari ini Senin, 24 Juni 2024 telah dilaksanakan kegiatan tahapan budidaya yaitu pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan menggunakan aplikasi Jadam Sulfur. Kegiatan dihadiri oleh seluruh peserta sekolah lapang dari kelompok subak abian, petugas penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman Kecamatan Busungbiu. Jadam Sulfur adalah salah satu komponen dalam teknik pertanian organik yang dikenal sebagai Jadam, yang berasal dari Korea Selatan. Teknik ini didasarkan pada prinsip-prinsip pertanian alami yang menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan ramah lingkungan. Jadam Sulfur khususnya digunakan sebagai pestisida organik untuk mengendalikan berbagai hama dan penyakit pada tanaman. Proses pembuatan Jadam Sulfur melibatkan pencampuran belerang dengan bahan lain seperti kapur tohor (CaO) dan air. Campuran ini kemudian diolah untuk menghasilkan larutan yang efektif dalam membasmi serangga, tungau, dan jamur patogen. Beberapa manfaat dan karakteristik Jadam Sulfur adalah: Pestisida Alami: Efektif melawan berbagai hama dan penyakit tanpa merusak lingkungan atau kesehatan manusia, Murah dan Mudah Dibuat: Bahan-bahannya mudah didapat dan biayanya relatif rendah, Ramah Lingkungan: Tidak mengandung bahan kimia sintetis yang berbahaya, sehingga aman untuk tanah dan ekosistem, Efektifitas Tinggi: Terbukti efektif dalam mengendalikan hama seperti kutu daun, tungau, dan penyakit jamur, Cara penggunaan Jadam Sulfur biasanya adalah dengan mencampurkan larutan yang sudah jadi ke dalam air sesuai dosis yang dianjurkan, lalu disemprotkan langsung pada tanaman yang membutuhkan perlindungan.

Harapannya dengan pelatihan yang diberikan dalam sekolah lapang tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam budidaya durian kedepannya sehingga potensi dan peluang usaha budidaya dapat menjadi sumber pendapatan bagi petani dan keluarganya. 



(BPP KECAMATAN BUSUNGBIU)