Rendahnya produktifitas serta produksi cabai antara lain disebabkan karena adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti : Layu Fusarium, Thrips, Kutu, Antraknosa maupun Virus Gemini dll. Sehubungan dengan hal tersebut pada hari Jumat, 19 Juli 2024 Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melalui JF Pengendali OPT Bidang Hortikultura bersama Koordinator PPL Kecamatan Kubutambahan, POPT Kecamatan Kubutambahan, PPL Wilbin Desa Pakisan melaksanakan kegiatan gerakan pengendalian OPT pada tanaman cabai di Kelompok Tani Cakra Sakti Desa Pakisan Kecamatan Kubutambahan dengan menggunakan Agensia Hayati yang ramah lingkungan berupa Paenibacillus. Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan merupakan upaya pengamanan produksi cabai dari serangan OPT, sehingga produktifitas cabai menjadi lebih maksimal baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Luas Areal yang menjadi sasaran Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT ) seluas 5 ha dengan varietas ORI 212 dan lokal Pakisan, dimana 1 ha sudah mulai berproduksi dengan kisaran umur antara 110 - 127 hari sedangkan 4 ha baru berumur antara 32-37 hari. Bapak Wayan Suardama selaku Ketua Kelompok Tani Cakra Sakti saat ini mengelola tanaman cabai seluas 40 are dan sudah mulai panen perdana sebanyak 7 kg dengan harga Rp. 55.000/kg ditingkat petani
Tujuan Gerakan Pengendalian
OPT adalah
Mencegah serta melindungi tanaman cabai sedini
mungkin dari gangguan dan serangan OPT agar pertumbuhan dan perkembangan
tanaman menjadi sehat sehingga produksi maksimal, Petani peserta diharapkan bisa menerapkan sistem
pengendalian OPT melalui kegiatan gerdal dalam menekan serangan OPT pada tanaman
cabai secara ramah lingkungan Sasaran Gerakan
Pengendalian OPT adalah :
Berkembangnya serta memasyarakatnya sistem pengelolaan tanaman cabai
melaui kegiatan Gerakan pengedalian OPT
secara ramah lingkungan. Berkurangnya
dampak negative akibat dari penggunaan
pestisida kimia
Manfaat Gerakan Pengendalian OPT adalah Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan dan pengendalian OPT pada tanaman cabai secara ramah lingkungan.
(Bidang Hortikultura)