(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Pemantauan dan Evaluasi Fasilitasi Prasarana dan Sarana Pascapanen Di KT. Budi Santosa, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar.

Admin distan | 23 Juli 2024 | 26 kali

Singaraja,  23 Juli 2024

Perlakuan hasil produksi pertanian berupa penanganan pascapanen menjadi salah satu mata rantai pencapain standar mutu produk pertanian khususnya komoditas hortikultura. Produk Hortikultura yang bermutu dan berdaya saing harus dimulai dari penerapan budidaya yang baik, cara panen dan penanganan pascapanen. Untuk memastikan fasilitas prasarana dan sarana pascapanen tersebut telah digunakan sesuai peruntukkannya, perlu diksanaan pemantauan dan evaluasi.

Saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melalui Bidang Hortikultura melaksanakan pemantauan dan evaluasi fasilitasi bantuan prasarana dan sarana pascapanen mendukung hortikultura di KT. Budi Santosa, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, yang telah diterima pada Tahun Anggaran 2020 dan Tahun Anggaran 2021 dari sumber dana APBN. Pemantauan dan evaluasi sarana alat pengolahan yang talah diberikan, bertujuan untuk mengetahui kondisi, pemanfaatan dan tingkat efektifitas fungsi masing-masing alat pengolang yang telah diterima, sejauh mana alat pengolahan tersebut mampu meningkatkan nilai tambah produk yang dikelola oleh anggota kelompok bersangkutan. 

Kondisi fasilitasi prasarana bangunan bangsal pascapanen dan sarana pascapanen R-3 dan Cold Storage yang telah diberikan, setelah dilakukan memantauan saat ini, belum dimanfaatkan secara maksmal dikarenakan belum mencapai musim panen raya pada komoditas hortikultura (Manggis dan Durian), sehngga aktifitas pascapanen saat ini belum berjalan sesuai seperti yang diharapkan.

Pemantauan dan evaluasi diharapkan dapat memberikan informasi sebagai upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan bantuan pemerintah, agar kedepannya menjadi lebih efektif, efisien dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan juga untuk dapat menyimpulkan secara utuh yang menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang telah dilakukan oleh kelompok penerima bantuan.



(Bidang Hortikultura)