Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling berperan
terhadap perbaikan ekonomi nasional di masa pandemi ini. Untuk bisa memperkuat
pembangunan sektor pertanian, salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan
adalah sumber daya manusia pertanian yang handal. Hal ini dapat diwujudkan
dengan memberikan pelatihan dan pendampingan khususnya kepada pelaku utama
sehingga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, daya saing serta jiwa
kewirausahaan para petani sebagai pelaku utama.
Pembangunan sektor pertanian saat ini juga harus memperhatikan
aspek sosial ekonomi dan ekologi untuk menjamin produktivitas lahan dan
kelestarian lingkungan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan dan peningkatan
kualitas hidup petani. Sehubungan dengan hal tersebut untuk dapat mewujudkan
kedaulatan serta keamanan pangan yang berkelanjutan perlu didukung oleh
teknologi ramah lingkungan dalam proses usaha taninya mulai dari hulu hingga
hilir.
Atas dasar tersebut untuk mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang
handal serta pembangunan pertanian yang berkelanjutan maka perlu melaksanakan
diseminasi informasi pertanian dan pendampingan kepada pelaku utama dalam
bentuk sekolah lapang. Sekolah lapang merupakan metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif karena
sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena
sifatnya yang tidak formal, proses pembelajaran dilakukan di lapangan dimana
tersedia objek nyata.
Sehubungan dengan hal diatas, Dinas
Pertanian Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang dengan
mengambil tema Budidaya Ramah Lingkungan Komoditas Padi. Dilaksanakannya
Sekolah Lapang Budidaya Ramah Lingkungan pada komoditas padi, karena tanaman padi merupakan komoditas
startegis tanaman pangan utama yang menjadi fokus dalam pembangunan pertanian
di Indonesia. Dengan diselenggarakannya kegiatan Sekolah
Lapang ini diharapkan dapat memantapkan dan menjelaskan lebih banyak informasi
tentang budidaya pertanian ramah lingkungan khususnya pada komoditas padi mulai
dari perencanaan sampai dengan panen serta analisa usaha taninya.
Landasan
Hukum
Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/SM.200/1/2018 Tahun 2018 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian
Surat
Kepala Dinas Pertanian Nomor : 520 / 757 / PENY / DISTAN / 2024 Tanggal 1 Maret 2024
tentang Sekolah Lapang Kabupaten Buleleng Tahun 2024
Surat
Tugas Kepala Dinas Pertanian Nomor : 875.1 / 2291 / Distan / 2024 Tanggal 5 Juli
2024
Maksud
dan Tujuan
Menunjukkan dan memberikan pengetahuan/memberikan
diseminasi informasi pertanian tentang bagaimana
budidaya pertanian yang baik dan ramah
lingkungan dalam usahatani padi serta mendampingi petani agar bisa membuat
analisa usaha tani
Hasil Kegiatan
a. Kegiatan Sekolah Lapang (SL)
Ramah Lingkungan Komoditas Padi yang sudah memasuki agroekosistem ke 6 ini
diselenggarakan di Balai Subak Menagung Desa Kayu Putih Kecamatan Banjar, dan
dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan beserta staf, Koordinator BPP Kec.
Banjar, POPT Kec. Banjar, penyuluh wilbin Kayu Putih, Munduk, Gesing, Gobleg
serta 30 petani peserta SL.
b. Kegiatan SL
ini diawali dengan melaksanakan pengamatan pada lahan sawah yang dijadikan
sebagai petak pengamatan yang dilanjutkan dengan presentasi hasil pengamatan
yang dilaksanakan oleh peserta SL dimana hasil pengamatan memperlihatkan bahwa tanaman
padi pada yang saat ini berumur 56 hari setelah tanam secara umum dalam keadaan
bagus dan tumbuh subur. Kegiatan ini dipandu oleh PPL Pendamping.
c. Kemudian
acara dilanjutkan dengan diseminasi
informasi pertanian tentang Hama dan Penyakit Utama pada tanaman padi dan cara
pengendaliannya yang dibawakan oleh POPT Kecamatan Banjar serta pengenalan
berbagai bahan organik seperti pestisida nabati dan agen hayati dalam
pengendalian hama dan penyakit tanaman padi yang dibawakan oleh Koordinator BPP
Kec. Banjar.
Permasalahan
dan upaya pemecahan.
Permasalahan yang ditemui petani pada saat
melaksanakan pengamatan adalah adanya serangan penyakit blas pada tanaman padi
walaupun masih dalam intensitas kecil namun tetap perlu untuk dikendalikan
dengan pemberian agen hayati paeni baccilus serta tetap melaksanakan pengamatan
rutin setiap hari agar serangannya tidak menyebar pada tanaman yang lain.
Demikian laporan singkat kegiatan Sekolah Lapang (SL) Ramah Lingkungan Komoditas Padi yang telah dilaksanakan, untuk dapat dipergunakan sabagaimana mestinya.
(Bidang Penyuluh)