(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

KEGIATAN SEKOLAH LAPANG RAMAH LINGKUNGAN KOMODITAS PADI DI KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG

Admin distan | 08 Juli 2024 | 50 kali

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling berperan terhadap perbaikan ekonomi nasional di masa pandemi ini. Untuk bisa memperkuat pembangunan sektor pertanian, salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia pertanian yang handal. Hal ini dapat diwujudkan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan khususnya kepada pelaku utama sehingga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, daya saing serta jiwa kewirausahaan para petani sebagai pelaku utama.

 

Pembangunan sektor pertanian saat ini juga harus memperhatikan aspek sosial ekonomi dan ekologi untuk menjamin produktivitas lahan dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup petani. Sehubungan dengan hal tersebut untuk dapat mewujudkan kedaulatan serta keamanan pangan yang berkelanjutan perlu didukung oleh teknologi ramah lingkungan dalam proses usaha taninya mulai dari hulu hingga hilir.

 

Atas dasar tersebut untuk mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang handal serta pembangunan pertanian yang berkelanjutan maka perlu melaksanakan diseminasi informasi pertanian dan pendampingan kepada pelaku utama dalam bentuk sekolah lapang. Sekolah lapang merupakan metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal, proses pembelajaran dilakukan di lapangan dimana tersedia objek nyata.

 

Sehubungan dengan hal diatas, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang dengan mengambil tema Budidaya Ramah Lingkungan Komoditas Padi. Dilaksanakannya Sekolah Lapang Budidaya Ramah Lingkungan pada komoditas padi, karena  tanaman padi merupakan komoditas startegis tanaman pangan utama yang menjadi fokus dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Dengan diselenggarakannya kegiatan Sekolah Lapang ini diharapkan dapat memantapkan dan menjelaskan lebih banyak informasi tentang budidaya pertanian ramah lingkungan khususnya pada komoditas padi mulai dari perencanaan sampai dengan panen serta analisa usaha taninya.

 

 

Landasan Hukum

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/SM.200/1/2018 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

Surat Kepala Dinas Pertanian Nomor : 520 / 757 / PENY / DISTAN / 2024 Tanggal 1 Maret 2024 tentang Sekolah Lapang Kabupaten Buleleng Tahun 2024

Surat Tugas Kepala Dinas Pertanian Nomor : 875.1 / 2291 / Distan / 2024 Tanggal 5 Juli 2024

 

 

Maksud dan Tujuan

Menunjukkan dan memberikan pengetahuan/memberikan diseminasi informasi pertanian tentang bagaimana budidaya  pertanian yang baik dan ramah lingkungan dalam usahatani padi serta mendampingi petani agar bisa membuat analisa usaha tani

Hasil Kegiatan

a. Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Ramah Lingkungan Komoditas Padi yang sudah memasuki agroekosistem ke 6 ini diselenggarakan di Balai Subak Menagung Desa Kayu Putih Kecamatan Banjar, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan beserta staf, Koordinator BPP Kec. Banjar, POPT Kec. Banjar, penyuluh wilbin Kayu Putih, Munduk, Gesing, Gobleg serta 30 petani peserta SL.

b.  Kegiatan SL ini diawali dengan melaksanakan pengamatan pada lahan sawah yang dijadikan sebagai petak pengamatan yang dilanjutkan dengan presentasi hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh peserta SL dimana hasil pengamatan memperlihatkan bahwa tanaman padi pada yang saat ini berumur 56 hari setelah tanam secara umum dalam keadaan bagus dan tumbuh subur. Kegiatan ini dipandu oleh PPL Pendamping.

c.  Kemudian acara dilanjutkan dengan diseminasi informasi pertanian tentang Hama dan Penyakit Utama pada tanaman padi dan cara pengendaliannya yang dibawakan oleh POPT Kecamatan Banjar serta pengenalan berbagai bahan organik seperti pestisida nabati dan agen hayati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman padi yang dibawakan oleh Koordinator BPP Kec. Banjar.

 

Permasalahan dan upaya pemecahan.

Permasalahan yang ditemui petani pada saat melaksanakan pengamatan adalah adanya serangan penyakit blas pada tanaman padi walaupun masih dalam intensitas kecil namun tetap perlu untuk dikendalikan dengan pemberian agen hayati paeni baccilus serta tetap melaksanakan pengamatan rutin setiap hari agar serangannya tidak menyebar pada tanaman yang lain.

Demikian laporan singkat kegiatan Sekolah Lapang (SL) Ramah Lingkungan Komoditas Padi yang telah dilaksanakan, untuk dapat dipergunakan sabagaimana mestinya.



 

(Bidang Penyuluh)