Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama padi utama di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkan cukup luas dan hampir terjadi setiap musim. Tikus menyerang semua stadium tanaman padi, baik vegetatif maupun generatif, sehingga menyebabkan kerugian ekonomis yang berarti.
Tikus sawah sebagian besar tinggal di persawahan dan lingkungan sekitar sawah. Daya adaptasi tinggi, sehingga mudah tersebar di dataran rendah dan dataran tinggi. Mereka suka menggali liang untuk berlindung dan berkembang biak, membuat terowongan atau jalur sepanjang pematang dan tanggul irigasi.
Tikus sawah termasuk omnivora (pemakan segala jenis makanan). Apabila makanan berlimpah mereka cenderung memilih yang paling disukai, yaitu biji-bijian/padi yang tersedia di sawah. Pada kondisi berat, tikus sering berada di pemukiman, mereka menyerang semua stadium tanaman padi, sejak pesemaian sampai panen. Tingkat kerusakan yang diakibatkan bervariasi tergantung stadium tanaman.
Hari ini, Kamis, 11 Juli 2024 dilaksanakan pengamatan OPT (organisme pengganggu tumbuhan)di Subak Kubu Gembong, Desa Tukadmungga , Kecamatan Buleleng. Pengamatan hari ini dilakukan secara langsung oleh POPT Kecamatan Buleleng. Berdasarkan pengamatan didapat hasil sebagai berikut
* Komoditas : Padi
* Varietas ; Inpari 32
* Umur tanaman : 50-70 hst
* Luas serangan : 0.25 ha
* Intensitas : 10%
Rekomendasi yang disarankan POPT Kecamatan Buleleng untuk petani adalah
* Membersihkan lingkungan sekitar sawah seperti saluran irigasi, pematang, dan jalan sawah dari tanaman - tanaman perdu dan gulma yang memungkinkan sebagai sarang tikus,
* Membersihkan turiang/singgang dan sisa -sisa tanaman padi yang memungkinkan pakan alternatif tikus.
* Melakukan pengemposan asap beracun pada lubang tikus yang masih aktif.
(BPP BULELENG)