(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Hazton Terindikasi Penyakit Blas, BPP Busungbiu Sikapi dengan Jadam Sulfur

Admin distan | 12 Juli 2024 | 13 kali

Jumat, 12 Juli 2024 Umur tanaman padi metode haston pada lahan BPP Busungbiu sudah memasuki 56 hst dengan rata rata peningkatan tinggi tanaman 10-15 cm dan jumlah anakan sudah stagnan tidak terjadi peningkatan signifikan.

Pada pengamatan petak tetap yang terdiri dari 10 ajir haston dan 10 ajir metode konvensional ditemukan terindikasi serangan penyakit blas, namun dengan intensitas ringan.

Menyikapi hal tersebut BPP Busungbiu mencoba melakukan penangan serangan blas dengan aplikasi jadam sulfur dengan cara disemprot.

Jadam sulfur merupakan fungisida yang bisa dibuat sendiri oleh petani dengan menggunakan bahan bahan belerang serbuk, soda api, garam krosok dan air bersih (upayakan air yang digunakan adalah bukan air pdam yang tercampur kaporit).

Untuk larutan 2 liter jadam sulfur diperlukan sebanyak 500gram belerang, 500gram soda api, 50gram garam krosok, 2 liter air

Semua bahan dicampur dengan wadah yang bukan terbuat dari metal atau alumunium. Diamkan selama beberapa saat setelah larutan dingin jadam sulfur siap digunakan.

Adapun konsentrasi jadam sulfur yang digunakan untuk pengendalian penyakit blas yakni cukup 300 ml dicaampur dengan 15 liter air. 

Interval penyemprotan akan dilaksanakan selama 3hari berturut - turut sambil melakukan pengamatan penyebaran serangan apakah meluas atau tidak.



(BPP BUSUNGBIU)