Bawang merah ( Alliumascalonicum L.) merupakan tanaman semusim (berumur pendek) yang dapat diperbanyak secara vegetatif dengan umbi dan generatif dengan biji. Dan bawang merah merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai pelengkap bumbu dapur dan juga mempunyai berbagai macam manfaat.
Bawang merah sangat rentan akan hama ataupun penyakit yang menyerang dengan kondisi cuaca saat ini, musim hujan yang sudah masuk pada puncaknya ini rentang akan penyakit Salah satunya adalah Penyakit Moler/Mulet ini disebabkan oleh Cendawan Fusarium Oxysporum. Serangan paling parah terjadi saat puncak musim hujan dan terutama pada daun tanaman bawang merah yang terlalu subur.
Selasa 5 januari 2021 dilakukan pengamatan tanaman bawang merah di KTT Kertha Buana desa Pejarakan. Dimana dalam pengamatan ini ditemukan gejalan penyakit moler/mulet.
Penyebab tanaman bawang merah bisa terserang penyakit Moler/Mulet yaitu :
1.Benih/bibit bawang merah yang kurang sehat.
2.Memilih bibit bawang merah kurang tepat.
3.Tanaman bawang merah terlalu subur dan rapat.
4.Pengaturan drainase
Petugas POPT kecamatan Gerokgak menyarankan ke petani agar mengurangi pemupukan unsur N (nitrogen) dan ditambahkan Phospat dan Kalium, dan melakukan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif Difenokonazol dan Azoksistrobin. Dengan interval penyemprotan 5-7 hari.