Lalat buah adalah salah satu OPT (Organisme
Pengganggu Tanaman) yang sangat merugikan untuk itu perlu pengendalian sedini
mungkin. Pemasangan perangkap bertujuan untuk menangkap lalat buah jantan, agar
tidak bisa mengawini yang betina, hal ini bertujuan untuk memutus siklus
perkembangbiakan lalat buah. Jumat (12 Juli 2024)
Pemasangan perangkap lalat buah dipasang sebaiknya
pada radius 20 meter dari lokasi pertanaman atau kebun cabai. Hal ini bertujuan,
sebelum masuk areal pertanaman lalat buah sudah duluan masuk perangkap. Dengan
demikian lalat buah jantan tidak sempat kawin dengan yang betina. kalau dipasang di areal pertanaman sebelum
masuk perangkap ia sempat kawain dulu, sehingga akan berdampak pada penambahan
populasi lalat buah.
Jenis perangkap yang biasa digunakan oleh petani
cabai yaitu Petrogenol dengan dosis 1cc cairan petrogenol diteteskan pada kapas
yang sudah dibuat gulungan kecil terus dimasukkan kedalam botol air mineralyang
bening yang sudah dilubangi kecil seukuran lalat bisa masauk kedalam botol air
meneral. Botol air mineral di isi air ¼, bertujuan ketika lalat buah masuk, ketika
berusaha untuk keluar akan jatuh dalam air dan akhirnya mati.
Untuk luasan 1 ha dibutuhkan minimal 25 titik perangkap yang dipasang disesuaikan dengan kondisi lapang. Aroma cairan perangkap lalat buah jenis Pertrogenol hanyan mampu bertahan selam 2 minggu. Untuk itu setelah 2 minggu agar supaya ditambahkan lagi cairan dengan cara menggunakan spuit atau alat sunti lainnya. Penambahan cairan dilakukan setiap 2 minggu agar perangkap bisa berfungsi selama periode panen. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya dilakukan secara serempak.