Pemeriksaan Klinis Pada Sapi Di UPPO Subak Babakan Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan
Admin distan | 08 Agustus 2024 | 35 kali
Penyakit pada ternak
dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi
peternak khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Penyakit merupakan salah satu
faktor yang menghambat
produksi dan reproduksi ternak. Penyakit yang bersifat menular sering mendapat perhatian serius yang penanganannya harus
dilakukan secara cepat dan tepat. Kesehatan
ternak adalah suatu keadaan atau kondisi dimana tubuh hewan dengan
seluruh sel yang menyusun dan cairan tubuh yang
dikandungnya secara fisiologis berfungsi
normal. Salah satu bagian yang paling penting dalam penanganan kesehatan
ternak adalah melakukan pemeriksaan klinis pada ternak.
Pada hari ini kamis, 8 Agustus 2024 dokter hewan Kecamatan drh. I Nyoman
Sarsana melaksanakan pemeriksaan klinis pada sapi di UPPO Subak Babakan Desa
Tamblang. Adapun pemeriksaan yang dilakukan yaitu:
1.
Pemeriksaan Umum
- Pengamatan Visual: Memulai
pemeriksaan dengan mengamati perilaku sapi. Perhatikan apakah sapi tampak
aktif, nafsu makan normal, atau menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.
- Pengukuran Tanda
Vital: Ukur suhu tubuh, denyut jantung, dan frekuensi
pernapasan. Normalnya, suhu tubuh sapi berkisar antara 38-39°C, denyut
jantung antara 60-70 denyut per menit, dan frekuensi pernapasan sekitar
10-30 napas per menit.
2.
Pemeriksaan Fisik
- Kulit dan Bulu: Periksa
kondisi kulit dan bulu sapi. Bulu yang kusam atau kulit yang mengalami
iritasi dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan.
- Mata dan Hidung: Periksa
mata untuk memastikan tidak ada pembengkakan, kemerahan, atau keluarnya
cairan. Hidung juga harus diperiksa untuk mendeteksi adanya lendir atau
sekresi yang tidak normal.
- Mulut dan Gigi:
Evaluasi kondisi mulut, gigi, dan gusi. Gigi yang aus atau gusi yang
meradang dapat mempengaruhi kemampuan sapi untuk makan dengan baik.
3.
Pemeriksaan Sistem Pencernaan
- Perut: Palpasi
perut sapi untuk memeriksa adanya pembengkakan atau ketegangan. Dengarkan
suara perut dengan stetoskop untuk memastikan aktivitas pencernaan
normal.
- Feses:
Evaluasi konsistensi dan frekuensi feses. Feses yang terlalu keras, cair,
atau mengandung darah dapat mengindikasikan masalah pencernaan.
4.
Pemeriksaan Sistem Pernapasan dan Kardiovaskular
- Paru-paru: Dengarkan
suara paru-paru dengan stetoskop untuk mendeteksi adanya suara abnormal
seperti wheezing atau crackles.
- Jantung: Periksa
detak jantung untuk memastikan tidak ada irama yang tidak normal atau
tanda-tanda penyakit jantung.
5.
Pemeriksaan Reproduksi
- Bagian Eksternal: Periksa
bagian genital luar untuk memastikan tidak ada tanda-tanda infeksi atau
pembengkakan.
- Palpasi: Dalam
beberapa kasus, palpasi rektal atau pemeriksaan internal mungkin
diperlukan untuk menilai kondisi organ reproduksi lebih lanjut.
Pemeriksaan klinis rutin
pada sapi sangat penting untuk:
- Deteksi Dini
Penyakit: Menyediakan kesempatan untuk mengidentifikasi
masalah kesehatan sejak awal sebelum menjadi masalah serius.
- Pengelolaan
Kesehatan: Membantu dalam perencanaan pengobatan dan pencegahan
penyakit, serta memastikan sapi dalam kondisi optimal untuk produksi.
- Kesejahteraan
Hewan: Meningkatkan kesejahteraan sapi dengan memastikan
mereka bebas dari rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Dari hasil pemeriksaan klinis pada sapi sebanyak
25 ekor di UPPO Subak Babakan Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan tidak ada
menunjukkan gejala klinis sakit pada ternak sapi. Dengan mengikuti
langkah-langkah pemeriksaan yang teliti dan rutin, peternak dapat memastikan
sapi-sapi mereka tetap sehat, produktif, dan bahagia. Pemeriksaan yang baik
tidak hanya mencegah penyakit, tetapi juga memaksimalkan potensi produktivitas
dan kesejahteraan hewan.
(BPP Kubutambahan)