Pada hari Selasa, 2 Juli 2024 Penyuluh pertanian lapangan wilbin Menyali mengikuti Paruman rutin yang diadakan oleh subak Lanyahan Menyali setiap anggar kasih. Adapun materi yang disampaikan terkait dengan pengairan padi sawah yang efektif dan efisien.
Disampaikan oleh PPL bahwa pengairan atau Irigasi adalah suatu usaha mendatangkan air dengan membuat bangunan dan saluran-saluran untuk ke sawah dengan cara teratur. Apabila terdapat air yang berlebihan dalam tanah maka perlu dilakukan pembuangan agar tidak mengganggu kehidupan tanaman.
Jaringan sistem pengairan dalam subak jika diurut dari sumber air terdiri dari:
1. Empelan/empangan sebagai sumber aliran air/bendungan.
2. Bungas/Buka adalah sebagai pemasukan (in take).
3. Aungan adalah saluran air yang tertutup atau terowongan.
4. Telabah aya (gede), adalah saluran utama.
5. Tembuku aya (gede), adalah bangunan untuk pembagian air utama.
6. Telabah tempek (munduk/dahanan/kanca), adalah sebagai saluran air cabang.
7. Telabah cerik, sebagai saluran air ranting.
8. Telabah panyacah (tali kunda), dibeberapa tempat dikenal dengan istilah Penasan (untuk 10 bagian), Panca (untuk 5 orang), dan Pamijian (untuk sendiri/1 orang).
Sistem Subak inilah petani medapatkan bagian air sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh musyawarah dari warga/krama subak dan tetap dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana. Maka dari itu, kegiatan dalam organisasi/perkumpulan Subak tidak hanya meliputi masalah pertanian atau bercocok tanam saja, tetapi juga meliputi masalah ritual dan peribadatan untuk memohon rejeki dan kesuburan.
Diharapkan dengan adanya paruman rutin di Subak Lanyahan Menyali ini petugas pertanian dan petani dapat saling berkoordinasi untuk memecahkan persoalan dan berbagai permasalahan yang dihadapi petani untuk dicarikan solusinya pemecahannya.
(BPP SAWAN)