(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Serangan Penggerek Batang pada Padi di Subak Lanyahan Petandakan

Admin distan | 04 Agustus 2022 | 28 kali

Pengamatan adalah kegiatan penghitungan dan pengumpulan informasi tentang keadaan populasi atau tingkat serangan OPT, banjir dan kekeringan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya (varietas, umur tanaman, musuh alami, curah hujan, suhu). Pengamatan bertujuan mengetahui jenis dan kepadatan populasi OPT, luas dan intensitas serangan OPT, luas kerusakan akibat DPI, daerah penyebaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil pengamatan dianalisis untuk menentukan langkah-langkah pengendalian OPT dan penanggulangan DPI yang tepat. 

Rabu, 4 Agustus dilakukan pengamatan opt padi di subak lanyahan petandakan desa petandakan milik ketut sutama. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa daun padi varietas m70 d berumur 40 hst mengalami layu menggulung dan saat dicabut mudah terlepas. Dalam batang terdapat larva berwarna putih yang biasa kita sebut larva penggerek batang atau dengan nama latin Scirpophaga innotata . Hama ini menyerang padi mulai dari persemaian, fase vegetatif, fase generatif hingga menjelang panen. Pada vase vegetatif Larva menyerang tanaman padi dengan memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, hingga akhirnya mati.  Gejala serangan pada fase generatif berupa malai muncul putih dan hampa. Ngengat dewasa penggerek batang aktif pada malam hari dan siklus hidup keseluruhan sekitar 40 sampai 70 hari. Telur biasanya diletakkan di bawah permukaan daun atau dekat ujung daun dengan ciri seperti gundukan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilap yang berasal dari bulu belakang ngengat induk betina. Telur akan menetas setelah enam hingga tujuh hari.
Larva kemudian bergerak ke bawah menuju pangkal dan mulai menggerek anakan utama, hingga setelah mulai dewasa beralih ke anakan lainnya.
Larva awalnya menyerang akar hingga menyerang batang padi bagian dalam. Saat larva menyerang akar gejala yang ditimbulkan berupa anakan kerdil atau mati.
Adapun ketika sudah masuk ke dalam batang, maka larva akan merusak pembuluh bagian dalam batang. Dengan demikian, batang putus dan saat dicabut mudah terlepas.

Larva penggerek batang dapat dengan mudah dikenali ketika berada di dalam batang. Fase larva terjadi antara 28 sampai 35 hari.Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam  pengendalian hama penggerek batang. Sanitasi lingkungan, penyabitan tanaman padi serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen, penggenangan petakan dengan air setinggi 10-15 cm pada lahan bekas serangan selama satu minggu. Lakukan pengamatan secara berkala (mingguan) dan lakukan pengumpulan kelompok telur di persemaian.  Aplikasi insektisida karbofuran apabila terjadi gejala serangan penggerek batang yang mengkhawatirkan, musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala.