(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Study Komparatif Penanganan Pasca Panen Tembakau

Admin distan | 20 Agustus 2024 | 158 kali

Selasa, 20 Agustus 2024 bertempat di Kelompok Tani Sari Daun Pertiwi Desa Patemon, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melalui Bidang Perkebunan menerima kunjungan study komparatif Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli terkait penanganan pasca panen tembakau.

Rombongan kunjungan study komparatif ini di pimpin oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli Bapak Ir. Wayan Sarma yang didampingi oleh Kabid Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, petugas kabupaten, Koordinator BPP Kecamatan Tembuku, PPL Wilbin Desa Yangapi dan Kadus Yangapi Desa Yangapi, dan kemudian diterima oleh Kepala Bidang Perkebunan mewakili Bapak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, JF POPT Perkebunan, Koordinator BPP Kecamatan Seririt, PPL Wilbin Desa Patemon, Tim Kreatif BPP Kecamatan Seririt, PPL se Kecamatan Seririt, staf Bidang Perkebunan dan Pengurus Kelompok Tani Sari Daun Pertiwi Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Peserta study komparatif adalah petani tembakau rajangan sebanyak 46 orang yaitu dari Klp Tani Kriya Utama sebanyak 23 orang dan Klp Tani Tri Guna Kaya Desa Yangapi Kecamatan Tembuku Bangli dan petugas sebanyak 20 orang.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli menyampaikan potensi pengembangan tembakau rajangan di Kabupaten Bangli seluas 35 ha di 9 kelompok tani dengan varietas tembakau lokal biasa di sebut Semara Jabon selain itu juga menyampaikan potensi komoditi perkebunan yang terbesar adalah kopi arabika, selain itu komoditi hortikultura menjadi komoditi unggulan Kabupaten Bangli seperti buah-buahan (jeruk, alpukat), sayur-sayuran dan bawang merah.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian menyampaikan potensi perkebunan Kabupaten Buleleng sebanyak 14 komoditi dengan 6 komoditi potensi perkebunan terbesar yaitu kopi robusta, kelapa dalam, cengkeh, kopi arabika, kakao, dan jambu mete. Pengembangan tembakau yang masih eksis sampai saat ini adalah tembakau rajangan seluas 55 ha di Klp Tani Sari Daun Pertiwi Desa Patemon, Kecamatan Seririt.

Dari hasil diskusi antara petani tembakau Kabupaten Bangli dan petani dari KT. Sari Daun Pertiwi dapat disampaikan bahwa :

- Budidaya tembakau dengan pola tumpang sari sangat menarik bagi petani tembakau Kabupaten Bangli yang nantinya bisa di coba dengan pola yang sama untuk meningkatkan nilai tambah dan produktifitas lahan.

- Petani tembakau rajangan dari Kabupaten Bangli akan mencoba menggunakan teknologi mesin perajang tembakau setelah melihat praktek langsung penggunaan mesin perajang dari petani di Klp Tani Sari Daun Pertiwi.

- Membuka peluang pemasaran antar daerah antara petani tembakau Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng dengan syarat kualitas daun sesuai dengan pasar salah satunya model dan kualitas hasil rajangan, warna tembakau, jenis daun tembakau yang sesuai dengan permintaan pasar.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli berharap adanya kunjungan balasan dari petani tembakau Kabupaten Buleleng sebagai bentuk kerjasama serta berbagi pengalaman dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran tembakau rajangan ke depannya.




(Bidang Perkebunan)