(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Kegiatan survei lapangan mengenai informasi pasar dan analisa usahatani komoditi cengkeh di Subak Abian Sari Ratnadi, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada

Admin distan | 23 Juli 2024 | 17 kali

Kegiatan survei lapangan mengenai informasi pasar dan analisa usahatani komoditi cengkeh di Subak Abian Sari Ratnadi, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada. Survei ini dilakukan oleh petugas Bidang P3HP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali,didampingi oleh penyuluh pertanian wilayah kerja Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada. Selasa, (23 Juli 2024)

Cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Komoditas ini memiliki peluang pasar yang sangat luas dan merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Subak Abian Sari Ratnadi merupakan salah satu Subak di Desa Kayuputih yang melaksanakan budidaya cengkeh. Subak ini beranggotakan 150 orang dengan total luas kebun cengkeh mecapai 138,62 Ha dengan rata-rata luas kebun cengkeh per anggota Subak seluas 0,92 Ha. Saat ini umur tanaman cengkeh di Subak Abian Sari Ratnadi berkisar dari 20-31 tahun.  Dalam dunia agribisnis, diperlukan data analisa tentang kelayakan usaha suatu produk yang nantinya dapat menentukan keberlangsungan usaha, Untuk itu perlu dilakukan suatu kegiatan analisa usaha tani pada komoditas cengkeh di Subak Abian Sari Ratnadi serta pendataan mengenai informasi pemasarannya.

Produksi rata-rata cengkeh di Subak Abian Sari Ratnadi mencapai 4.500 Kg basah dengan harga rata-rata 30.000 per Kg. Setelah dianalisa, total keuntungan dari budidaya cengkeh di Subak Abian Sari Ratnadi yaitu Rp 71.745.000 per Ha dengan b/c ratio mencapai  1,13. Dari  hasil analisa ini, dapat dikatakan bahwa kegiatan budidaya cengkeh ini layak untuk dikembangkan. Produk cengkeh ini dijual ke pengepul cengkeh di tingkat desa, sebagian dipasarkan ke CV Agro Citra dan pengepul lainnya.

Anggota Subak diharapkan dapat menjaga mutu hasil produksi cengkeh secara berkelanjutan, tentunya dengan penerapan sitem panen dan pascapanen yang baik. Untuk menjaga keberlanjutan produksi cengkeh, anggota Subak diharapkan dapat menjalankan manajemen usahatani dengan baik, serta melaksanakan penerapan pengendalian hama terpadu pada masing-masing kebun cengkeh.

 


(BPP SUKASADA)