Untuk mendongkrak produksi beras, tidak henti-hentinya para petani selalu melakukan inovasi dan percobaan.
Budidaya padi menggunakan metode Hazton sebenarnya mulai diperkenalkan pada tahun 2012 di Kalimantan Barat, Hazton berarti sebuah pola atau metode yang di gunakan untuk hazil berton-ton, Kata Hazton juga berasal dari singkatan dua penemu metode tersebut yaitu Haz dari Ir. H. Hazairin, Ms dan Ton dari nama Anton Kamarudin Sp. M.Si.
Kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Padi Ramah Lingkungan melakukan kaji terap metode penanaman padi hazton. Hari ini Selasa, 9 Juli 2024 dilaksanakan kegiatan penanaman padi di lahan Demonstrasi Demplot dengan metode hazton 25 are Subak Gesing Desa Gesing dan Subak Jembong Desa Gobleg 25 are yang didampingi oleh PPL Wilbin dan Petugas POPT BPP Banjar. Varietas IR64 di tanam di Subak Gesing Desa Gesing serta varietas ciherang di tanam di Subak Jembong Desa Gobleg.
Teknik budidaya tanam padi metode hazton adalah metode penanaman padi dengan menggunakan 20-30 bibit perlubang tanam, umur bibit tua (27-35 hari setelah sebar).
Pengenalan teknologi metode hazton ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang nantinya akan didampingi perkembangan budidaya padi oleh PPL wilbin, POPT, Babinsa, serta petani sebagai pelaku utama, namun diharapkan budidaya padi dengan metode hazton ini dapat dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani padi sawah serta antisipasi krisis darurat pangan.
(BPP Kecamatan Banjar)