Kamis 14 januari 2021 dilakukan kegiatan monitoring perkembangan OPT tanaman.bawang merah di desa pejarakan. dalam pengamatan ini didampingi oleh koordinator Bpp Gerokgak,PPL wilbin pejarakan,Mantri tani,dan Petani.
Pengamatan ini dilakukan di lahan bapak Wayan sujana dengan luas tanama 0.60ha umur 26hst. Opt yang ditemukan adalah penyakit layufusarium dan ulat bawang dengan intensitas serangan sedang.
Serangan layu fusarium ini disebabkan oleh jamur patogen Fusarium oxysporum.Penyakit ini sering menyerang bawang merah terutama pada musim hujan, saat curah hujan tinggi dan kondisi lingkungan yang lembab.
Gejala-gejala yang tampak saat serangan fusarium terjadi pada tanaman bawang merah adalah :
1.Tanaman layu secara mendadak.
2.Warna daun berubah menguning dan melengkung (moler).
3.Akar tanaman membusuk dan tanaman mudah tercabut.
4.Daun mengkerut dan melintir.
5.Daun tanaman terkulai.Umbi membusuk, terdapat koloni jamur berwarna putih dan akhirnya tanaman mati.
Cara pencegahannya :
Mengurangi pemupukan dengan unsur N ( nitrogen ),dilakukan penambahan pemupukan unsur phospat dan kalium, menggunakan pupuk organik plus agen hayati trichoderma dan diimbangi dengan melakukan penyemprotan fungisida.