Kegiatan Bidang Perkebunan hari Selasa, 23 Juli 2024 yaitu melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan intensifikasi cengkeh tahun anggaran 2023. Kegiatan ini dilaksanakan oleh POPT Perkebunan, PP-Ahli Muda, PPL Wilbin Bebetin dan didampingi oleh Ketua Kelompok. Kegiatan intensifikasi cengkeh ini merupakan kegiatan yang dananya bersumber dari dana APBN tahun 2023 dan kelompok ini mendapat alokasi bantuan seluas 25 ha.
Sarana bantuan kegiatan ini berupa pupuk organik remah. Adapun jumlah keseluruhan pupuk organik yang diterima oleh kelompok yaitu 14.787,50 kg dengan dosis anjuran 4,5 kg/pohon. Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi dari petani, tanaman cengkeh setelah diaplikasikan pupuk organik dan didukung oleh cuaca yang baik pada musim panen kali ini tanaman cengkeh milik petani mengalami kenaikan hasil yang cukup signifikan. Salah satu contohnya yaitu tanaman cengkeh milik Ketua Kelompok pada luas lahan 56 are dengan populasi 100 pohon mampu menghasilkan 2 ton cengkeh basah.
Pada kesempatan ini juga dilakukan pengamatan OPT yang menyerang tanaman cengkeh. Penyakit utama yang menyerang tanaman cengkeh di kelompok ini adalah penyakit jamur akar putih (Rigidoporus sp.). Gejala serangan JAP pada bagian atas tanaman cengkeh belum menunjukkan gejala secara jelas, namun ketika dilakukan pengamatan pada pangkal batang tanaman cengkeh dengan cara penggalian tanah disekitar perakaran maka terlihat perakaran telah diselimuti oleh JAP.
Petugas menjelaskan pengendalian OPT yang menyerang tanaman cengkeh sebaiknya dikendalikan dengan menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Adapun 4 prinsip PHT meliputi budidaya tanaman sehat, pelestarian musuh alami, pengamatan rutin dan petani sebagai ahli PHT. Rekomendasi pengendalian JAP yang dapat dilakukan yaitu dengan aplikasi jamur Trichoderma baik dalam bentuk MS maupun pupuk ber-APH Trichoderma secara berkesinambungan.
(Bidang Perkebunan)