(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Sosialisasi Penyakit Ternak kepada Peternak Babi di Desa Tejakula

Admin distan | 05 Maret 2021 | 337 kali

Upaya dalam melakukan pencegahan penyebaran penyakit babi, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian dan diteruskan ke masing-masing BPP di Kecamatan, terus gencar memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit yang sedang berkembang serta cara penanggulangannya.
Beberapa sosialisasi telah dilakukan baik mendatangkan pemilik ternak ke kantor Pertanian maupun datang langsung ke lokasi peternak di masing-masing Desa. Sosialisasi yang gencar dilakukan dikarenakan mengingat belum ada obat ataupun vaksin yang direkomendasikan, maka satu-satunya cara untuk mencegah dan memutus mata rantai penyakit ini yang direkomendasikan oleh petugas Kesehatan Hewan adalah dengan sistem "bioscurity" secara ketat yaitu menjaga kebersihan kandang, spraying dengan disinfektan, membatasi lalu lintas orang, barang, alat, maupun hewan ke dalam kandang untuk mencegah kontaminasi virus.

Sejalan dengan hal tersebut, pihak Dinas Pertanian Kab. Buleleng melalui BPP Di masing-masing Kecamatan gencar untuk melaksanakan Sosialisasi ke masing-masing peternak yang ada diwilayahnya dan tak terkecuali di Kec. Tejakula.
Petugas pertanian di Kec. Tejakula dalam hal ini Petugas Kesehatan Hewan serta PPL Desa Tejakula, Hari ini Jumat 5 Maret 2021 melaksanakan kegiatan sosialisasi penyakit ternak Babi di Kelompok Wanita Tani Kusuma Sari Desa Tejakula, Kec. Tejakula. Dalam hal ini pihak petugas Keswan mensosialisasikan agar peternak yang babinya mati harus dikubur atau ditanam, dapat pula dibakar guna meminimalisir agar virus tidak menyebar. Jangan sampai membuang bangkai babi ke saluran irigasi, sungai maupun ke tempat sampah. Dalam hal ini juga disosialisasikan gejala pada ternak yang terserang yaitu Ternak mempunyai suhu 41 derajat, tidak mau makan, Kulit memerah.

Semua peternak menyambut baik kegiatan dan serta peternak menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Buleleng khususnya Dinas Pertanian. Harapan dari petani kedepan bahwa peternak harus tetap diperhatikan sehingga tidak muncul kejadian yang serupa dikemudian hari.