Mengawali kegiatan Tahun Anggaran baru 2021, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng beserta Staf melakukan Kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung.
Kunjungan di laksanakan hari Rabu tanggal 6 Januari 2021, dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung beserta staf.
Pembahasan pertama adalah amanat dari UU 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan berkelanjutan, untuk Proses pembuatan Peraturan Daerah yang mengatur PLP2B. Dimana kabupaten Badung telah lebih dulu mengesyah Perda PLP2B pada tahun 2019.
Disampaikan oleh Kadis Badung I Wayan Wijana bahwa Proses pembuatan peta lahan dan sikronisasi data luas lahan merupakan hal krusial dalam proses pengesahannya, tetapi hendaknya kita dapat mengacu pada data yang telah ada dan telah menjadi keputusan Pemerintah pusat maupun provinsi. Dalam hal ini Dinas Pertanian telah melakukan hal yang dimaksud dengan mengadakan sinkronisasi data luas lahan dengan intansi dan lembaga terkait seperti Dinas PUTR Kab. Buleleng dan Kantor BPN Singaraja.
Point kedua yang tak kalah penting dalam menghadapi situasi pandemi covid-2019 dan masalah pemasaran produk pertanian, Kepala Dinas Pertanian Kab. Buleleng sesuai arahan pimpinan daerah, bermaksud mengadakan kerjasama saling menguntungkan untuk mendukung pemasaran produk lokal. Bahwa juga disampaikan bahwa dasar hukum pelaksanaan pemanfaatan buah lokal telah diamanatkan pada Perda No. 3 Tahun 2008 dan Pergub No. 99 Tahun 2018. Untuk itu Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng telah menyampaikan data potensi produk unggulan lokal Kab. Buleleng yang nanti dapat menjadi pertimbangan dalam kesepakatan selanjutnya.
Pada kunjungan kali ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung menampilkan salah satu sudut kantor yang telah di tata menjadi sudut yang apik dalam memajang produk perkebunan komoditas kopi hasil dari kelompoktani binaannya dan yang menjadi lebih menyenangkan adalah melihat karyawan Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung menunjukkan ketrampilan dan kreativitasnya dalam meramu biji kopi menjadi tampilan kopi millenial.
Selanjutnya agar kunjungan kerja ini dapat menjadi awal yang baik untuk menjalin tali silahturahmi kerja antara 2 Dinas dalam tugas dan tanggung jawabnya pada pembangunan sektor pertanian.