Pada
Hari Jumat, 5 Juli 2024 Penyuluh Pertanian wilayah binaan Desa Menyali I Kadek Surajaya, melakukan kunjungan lapangan
di Kelompok Ternak Mertasari desa
Menyali Adapun materi yang disampaikan
dan dibahas yaitu Pengendalian penyakit scabies pada ternak
sapi.
Penyakit
Scabies adalah gangguan pada permukaan kulit akibat infestasi parasit eksternal
(kutu) atau tungau Sarcoptes scabei. Penyakit ini sering juga disebut
kudisan karena menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit. Bagian tubuh yang
sering diserang antara lain muka, telinga, pangkal ekor, dan leher.
Penyakit scabies sangat mudah menular pada ternak lain yang langsung bersentuhan dengan ternak yang terjangkit. Sehingga perlu memisahkan ternak yang terkena penyakit scabies dengan ternak yang sehat. Pada kondisi yang parah scabies bisa tersebar pada seluruh tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan ternak kaku dalam bergerak, bahkan ternak tidak bisa makan. Jika ini terjadi bisa mengakibatkan kematian pada ternak. Perlu penanganan yang cepat agar penyakit scabies tidak menyebar pada tubuh ternak dan tidak menular pada ternak yang lain. Tanda – tanda sapi yang terserang adalah :
1. Kerak – kerak pada permukaan kulit
2.
Ternak
merasa gatal dan selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
3.
Kerontokan
bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
4. Bagian muka dan mulut yang berwarna
kemerahan atau mengering (pada kasus berat)
Pengobatan :
1. Penanganan scabies paling efektif
pada kasus yang berat adalah dengan penyuntikan ivermectin.
2. Cara lain mengobati scabies adalah
dengan menggunakan daun Gamal atau Cebreng atau Gliricidae
muculata.