Saat ini pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pestisida nabati ini diyakini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya.
Pestisida nabati dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di alam merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama terpadu dan hanya digunakan bila diperlukan (tidak digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman) Hari Jumat 8 Januari 2021 pestisida nabati (pesnab) yang dibuat di BBU Tangguwisia oleh Kasi Perbenihan dan Perlindungan berserta staf BBU, staf BPP dan PPL Wilbin Desa Kalianget adalah dari bahan daun Mimba.
-Daun nimba 8 kg
-Lengkuas 6 kg Serai 6 kg
Deterjen/ 20 kg
Sabun Colek
Air 20 L
Cara membuatnya (1). Daun Mimba (Kalau di Bali namanya Pohon Intaran), lengkuas, dan serai di tumbuk/ dihaluskan. Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 L air lalu direndam sehari semalam (24 jam). Minggu tgl 10 Januari rencana akan digunakan, dengan cara menyaring ramuan menggunakan kain ßhalus. Larutan hasil penyaringan diencerkan kembali dengan 60 L air. Larutan sebanyak itu dapat digunakan untuk lahan seluas 1 ha.