Pegawai BPP Kecamatan Seririt melakukan pengendalian hama lalat buah pada hari Jumat, 19 Juli 2024 berlokasi di kebun percobaan BPP Kecamatan Seririt. Pengendalian hama lalat buah ini dilakukan pada tanaman jambu kristal dengan menggunakan plastik yang dibungkus pada buah jambu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir serangan hama lalat buah yang dapat menyerang hasil buah pada tanaman sehingga dapat mengganggu produksi dari tanaman buah yang diserang. Adapun tanaman yang buahnya dilakukan pembungkusan sebanyak 30 pohon.
Lalat buah merupakan kelompok serangga hama yang banyak menimbulkan kerusakan pada komoditas buah-buahan dan sayuran buah. Kerugian atau kehilangan hasil yang disebabkan lalat buah cukup besar, berkisar antara 30-100%, bergantung pada kondisi lingkungan dan kerentanan jenis buah yang diserang.
Pada umumnya pengendalian lalat buah masih banyak yang bergantung pestisida sintetis, padahal cara ini dapat mencemari lingkungan maupun produk tanaman yang dihasilkan. Oleh karena itu, ketersediaan teknologi pengendalian lalat buah yang ramah lingkungan tidak dapat ditawar lagi. Selain ramah lingkungan, teknologi hendaknya juga efektif dan efisien mengendalikan hama serta mudah diterapkan petani di lapangan.
Pembungkusan atau pemberongsongan buah, dapat mengurangi kerusakan buah hampir 100%. Pembungkusan buah bisa menggunakan kertas atau koran bekas, plastik hitam, daun kelapa/pisang, karung plastik atau kain untuk buah-buahan yang tidak terlalu besar. Bahan pembungkus hendaknya tidak mudah rusak, gelap, dan dapat mempertahankan kelembapan dalam pembungkus.
Selain pengendalian dengan menggunakan media pembungkusan, pengendalian hama lalat buah dapat dikendalikan dengan menanam tanaman selasih agar para lalat buah jantan tertarik dengan aroma dari tanaman selasih.
Pegawai turut melakukan sanitasi kebun dan pengendalian gulma, dimana bertujuan untuk memutus atau mengganggu daur hidup lalat buah sehingga perkembangan lalat buah dapat ditekan. Dilakukan dengan mengumpulkan buah yang jatuh atau busuk kemudian dimusnahkan dengan dibakar atau dibenamkan di dalam tanah dengan cara membuat lubang berukuran 1 m x 0,5 m.
Diharapkan dengan dilakukannya pengendalian dini dengan cara membungkus buah menggunakan plastik dapat menghasilkan buah pada lahan percobaan dengan maksimal dan sebagai media pembelajaran bagi masing-masing PPL serta petani yang berkunjung ke BPP Kecamatan Seririt.
(BPP Seririt)