Seorang petani sebagai pelaku utama dan
sekaligus untuk menjadi pelaku usaha,
tentunya harus penuh dengan kreativitas,
bagaimana caranya mengoptimalkan lahan yang dimiliki agar lebih maksimal
dan menghasilkan produksi yang optimal.
Rata rata kepemilikan lahan petani
dimanfaatkan dengan menanam komoditas pertanian baik secara monokultur atau
tumpangsari dengan tanaman lain sesuai agroklimat daerahnya masing masing. Hal
ini tentunya sudah menjadi kebiasaan ataupun petani tersebut sudah memahami
jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan pada saat musim tersebut.
Terkadang permasalahan yang dihadapi petani
bukan di budidaya, melainkan ketidak pastian pasar dan iklim yang kurang
bersahabat, untuk mengantisipasi, mengatasi dan mencari solusinya adalah salah
satunya dengan cara mengoptimalkan lahan.
Optimalisasi lahan seperti yang dilakukan oleh
petani Bapak Gede Parten dari Desa Bebetin Kecamatan Sawan yaitu dengan menanam
cabai disela tanaman pokok yaitu tanaman durian. Dimana salah satu lahan seluas
0, 20 ha sudah ditanami durian sebanyak 56 pohon yang berumur 3 tahun, disela selanya ditanami tanaman cabai
sebanyak 1.600 pohon sekitar 0,15 Ha. Tanaman cabai varietas lokal pakisan dan
Rinta yang ditanam diawal bulan Maret 2024 disela sela tanaman durian tersebut
saat ini perkembangannya cukup bagus dan sudah panen enam kali dengan jumlah 43
kg. Rendahnya hasil panen ini salah satunya adalah dipengaruhi oleh cuaca yaitu
hujan yang turun disaat cabai berbunga sehingga mengalami kerontokan serta
gangguan OPT.
Mengacu pada harga cabai yang berfluktuasi (
tinggi rendahnya ) dan sangat diperlukan oleh pasar, tanpa mengenal lelah dari
tahun ketahun Klian Subak Tabang ini menanam cabai dilahannya bahkan terkadang
secara menyewa lahan pun dilakukannya untuk menanam cabai secara monokultur.
Terkait dengan budidaya dari hulu sampai hilir
tentang tanaman cabai untuk menghasilkan produksi yang maksimal, pembinaan dan
monitoring secara berkala tetap dilakukan oleh Bidang Hortikultura dalam hal
ini Kepala Bidang Hortikultura, PP Ahli Madya, PP Muda dan POPT bidang
Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng serta Latihan, kunjungan dan
supervisi ( LAKUSUSI ) yang dilakukan secara rutin oleh Penyuluh Pertanian
Lapangan drh. I Nyoman Widiarnawan
Dari salah satu hamparan lahan yang dimilikinya
tersebut, dapat dijadikan contoh bagi anggota subak lainnya, bahwa dengan
mengoptimalkan lahan disela tanaman pokok
menunjukkan bahwa hasil panen cabai yang diperoleh sebagai tanaman sela
sangat membantu meningkatkan pendapatan petani.
Semoga semakin banyak petani yang mampu memanfaatkan lahan disela tanaman pokok untuk berbudidaya tanaman hortikultura, pertanian kita semakin cemerlang menuju Buleleng gemilang.