Pengamatan OPT adalah kegiatan penghitungan dan pengumpulan informasi tentang keadaan populasi atau tingkat serangan OPT serta faktor-faktor yang mempengaruhinya (varietas, umur tanaman, musuh alami, curah hujan, suhu, kecepatan angin dan radiasi matahari). Hasil pengamatan dianalisis untuk menentukan langkah-langkah pengendalian OPT dan penanggulangan DPI yang tepat. Proses dalam pengendalian hama terpadu adalah mengidentifikasi jenis OPT yang ada di lahan. Dengan identifikasi yang tepat maka dapat secara bijak menanggulanginya. Pengamatan dilakukan terhadap keadaan dan populasi OPT sehingga dapat diputuskan kapan dan berapa dosis yang digunakan dalam pengendaliannya.
Bila pencegahan telah dilakukan namun populasi OPT telah melebihi ambang batas dan menimbulkan kerugian. Pengendalian secara mekanik, fisik, dan hayati menggunakan organisme yang menguntungkan yang menjadi musuh alami hama tanaman, atau pestisida dan bahan perlindungan tanaman lainnya yang tepat untuk mengendalikan OPT. Dengan penggunaan pestisida secara tepat dan bijaksana, maka diharapkan populasi organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat berkurang dan tetap berada di bawah tingkat populasi sehingga keseimbangan ekosistem, ekologi dan ekonomi terjaga.
Selasa, 9 Juli 2024 dilakukan pengamatan OPT di Subak Anturan, Desa Anturan. Dari pengamatan yang dilakukan didapat hasil bahwa pada tanaman padi varietas Inpari 32 dengan umur tanam 30-40 hst terserang Penyakit Kresek. Luas serangan penyakit ini adalah 1 ha dengan intensitas 10%. Penyakit kresek sendiri merupakan penyakit disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Serangan yang terjadi pada awal pertumbuhan menyebabkan tanaman menjadi layu dan mati, gejala ini disebut kresek dan pada tanaman dewasa menimbulkan gejala hawar (blight). Adapun beberapa pencegahan dan pengendalian penyakit kresek padi yaitu :
* Menanam varietas tahan.
* Bibit padi yang ditanam tidak dipotong pada bagian ujungnya.
* Jarak tanam jangan terlalu rapat, disarankan dengan cara tanam jajar legowo
* Pengairan berselang (intermiten), hindari penggenangan yang terus-menerus
* Pemupukan berimbang, jangan terlalu banyak pupuk N
* Jika intensitas penyakit melebihi 20%, semprot dengan bakterisida
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan serangan OPT dapat diketahui sejak dini dan dapat direkomendasikan teknik pengendalian yang tepat, sehingga populasi OPT tidak merugikan atau berada dibawah ambang batas ekonomi.
(BPP BULELENG)