(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Menyambung Tomat dengan Terong

Admin distan | 10 Januari 2014 | 7751 kali

Oleh : Ir. IGA Maya Kurnia, M.Si (PP Madya pada Distanak Kabupaten Buleleng)

Tomat (Solonum lycopersicum L) berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Tomat merupakan  sayuran buah berwarna merah dengan rasa segar manis kemasam-masaman. Tomat ini banyak mengandung vitamin A dan C di samping sedikit vitamin B. Kandungan vitamin A-nya, terutama pada tomat yang tua malah 2-3 kali dibandingkan dengan semangka. Selain dipakai sebagai bumbu dapur dan sayuran, buah tomat dapat kita makan langsung atau dijus sebagai minuman. Dalam bidang kecantikan tomat tidak mau ketinggalan ikut banyak berperan sebagai masker untuk menghilangkan jerawat dan menghaluskan muka.  Tomat dapat ditanam dipekarangan sebagai tanaman hias yang menghasilkan. Tetapi tidak bisa berumur lama, hanya 3-4 bulan, dengan panenan paling banyak 3 kali sesudah itu ia mati.  Sebaliknya, jenis sayuran lain masih segenus dengan tomat, (yaitu terong takokak, Solanum torvum), dapat bertahan lebih lama, karena susunan akar dan batangnya lebih tahan terhadap serangan penyakit. Takokak kurang disukai orang, meskipun sebagai lalapan rasanya tidak kalah dengan terong leunca (Solanum nigrum). Untuk dapat memperpanjang umur tomat, kita dapat menyambung batang atas tomat dengan takokak ini, dengan syarat takokak dipakai sebagai batang bawah. Hasil sambungan bagus sekali, untuk tanaman dipekarangan rumah sebagai tanaman hias ataupun tanaman warung hidup. Selain lebih indah bentuknya juga dapat hidup lebih lama, sekitar 8 bulan. Dengan begitu dapat dipetik hasilnya lebih sering, asal kita memeliharanya dengan baik terutama mencegah hama yang mengganggunya.


Menyambung atau Grafting merupakan metode perbanyakan vegetatif buatan. Grafting/penyambungan adalah seni menyambungkan 2 jaringan tanaman hidup sedemikian rupa sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang sebagai satu tanaman gabungan. Teknik apapun yg memenuhi kriteria ini dpt digolongkan sebagai metode grafting.  Budding adalah salah satu bentuk dari grafting, dengan ukuran batang atas tereduksi menjadi hanya terdiri atas satu mata tunas . tanaman sebelah atas disebut entris atau batang atas (scion), sedangkan tanaman batang bawah disebut understam atau batang bawah. Batang atas berupa potongan pucuk tanaman yg terdiri atas beberapa tunas dorman yg akan berkembang menjadi tajuk, sedang batang bawah akan berkembang menjadi sistem perakaran. Teknik ini dipilih dg pertimbangan utk memperbanyak tanaman yg sukar/tidak dapat diperbanyak dengan cara stek, perundukan, pemisahan, atau dengan cangkok. Grafting paling sering digunakan pada pohon ataupun tanaman bunga.  Pada teknik perbanyakan secara Grafting perlu disediakan bagian tanaman sebagai calon batang atas dan bagian tanaman sebagai calon batang bawah (dari tanaman sejenis). Umumnya calon batang atas adlh tanaman yg produksinya diutamakan sedangkan batang bawah adalah batang yg memiliki ketahanan terhadap faktor lingkungan seperti kekeringan dan lain sebagainya. Untuk penyambungan, calon batang bawah dipotong berbentuk huruf v sedangkan batang atasnya dipotong menyerong kiri-kanan agr dapat diselipkan secara tepat pd batang bawah. Setelah diselipkan secara tepat, sambungan ini lalu di ikat membentuk satu tanaman utuh. Tanaman sambungan dibiarkan hingga tmbuh menyatu & siap utk ditanam.


Cara Menanam, seperti diketahui, tanah yang baik untuk tomat ialah tanah gembur yang sedikit mengandung pasir, tidak menggenang air tetapi banyak mengandung humus. Ini dapat diusahakan dengan pemberian pupuk organik/pupuk kandang. Musim tanam tomat yang baik adalah kemarau atau dua tiga bulan menjelang kemarau, yaitu sekitar bulan Maret, April, Mei. Pada persemaiannya jangan lupa membagi tanah persemaian itu dua bagian. Satu untuk persemaian takokak dan satu bagian lainnya untuk pembibitan tomat. Setelah tanah persemaian telah disiapkan seperti biasanya, biji takokak disemai lebih dulu. Kalau takokak telah tumbuh sekitar 10 cm, barulah kita semaikan biji tomatnya. Sambil menunggu pertumbuhan tomat sampai cukup besar untuk dipindahkan (7-8 hari), buatlah lubang tugalan (dengan tugal) pada tanah yang sudah digemburkan untuk bertanam di tempatnya yang tetap.  Isi lubang tugalan ini dengan pupuk kandang/kompos. Tapi lebih bagus bagi lagi kalau bersamaan dengan pemberian pupuk kandang atau kompos ini, tiap-tiap 1 meter panjang petakan ditaburi pupuk pula. Lubang dibuat dengan jarak kurang lebih 1,5 meter. Kecuali kalau anda ingin mengatur sendiri secara lain. Tapi harus diusahakan agar jarak ini paling sedikit 50 cm. sesudah lubang penanam siap takokak dipindah dari persemaian kelahan penanaman, barulah penyambungan dengan tomat sebagai batang atas dilakukan.


Cara melakukan penyambungan, (a). potonglah bagian atas takokak sehingga tinggi batang bawah tinggal kira-kira 10 cm. bagian tengah batang takokak dibelah dengan pisau tajam yang bersih sedalam 2-3 cm; (b). ambilah kemudian tanaman tomat yang sama besarnya dengan batang takokak calon batang bawah. Potonglah bagian tengah batang tomat itu dan buanglah bagian kulitnya yang akan diselipkan di antara belahan batang takokakdengan arah penyayatan menyudut. Kemudian masukan batang tomat ke takokak yang dibelah itu dengan hati-hatidan melekat betul karena dijepit dengan kokoh; (c). Ikatlah dengan tali dari batang pisang/pelepas pisang, jangan sekali-kali menggunakan benang atau bahan plastic lainnya karena bisa menyebabkan pembusukan. Sesudah penyambungan selesai, tanaman hasil penyambungan harus ditopang supaya dapat berdiri tegak dengan turus atau ajir. Akan lebih baik lagi, kalau tanaman baru itu diberi peneduh dari pelepah pisang dang menghadap ke barat, sehingga terik matahari siang dan sore tidak mengenainya, sedang sinar matahari pagi masih dapat menembus masuk mengenai tanaman. Atap peneduh ini dibuang sesudah 4 hari.  Cara pemeliharaan selanjutnya sama saja dengan tomat biasa. Antara lain kalau tidak hujan, dilakukan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore), mencegah hama yang mungkin menyerang tanaman, menyiangi rumput liar dan sebagainya. Setelah tanaman berumar 3 bulan, anda dapat menikmati hasilnya.
(Dikutip dari majalah Trubus no. 178 tahun XV- September 1984 hal. 15)
Keuntungan Menyambung : adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil tanaman, dihasilkan gabungan tanaman baru yg mempunyai keunggulan dari segi perakaran dan produksinya, juga dpt mempercepat waktu berbunga dan berbuah (tanaman berumur genjah) serta menghasilkan tanaman yang sifat berbuahnya sama dengan induknya. Selain itu penyambungan juga dilakukan karena dapat mengatur proporsi tanaman agar memberikan hasil yang lebih baik, tindakan ini dilakukan khususnya pada tanaman yang berumah dua, misalnya tanaman melinjo. Serta manfaat lain yaitu krna peremajaan tanpa menebang pohon tua, sehingga tidak memerlukan bibit baru dan menghemat biaya eksploitasi. Peremajaan total berlaku sebaliknya. Disamping itu juga tanaman dapat berproduksi lebih cepat, hasil produksi dapat sesuai dengan keinginan tergantung batang atas yang digunakan.


Kerugian Menyambung : Pada saat menyambung, ukuran kedua batang harus sama, karena kambium pada kedua batang harus bertemu dengan tepat. Bila tidak, proses menyambung akan gagal. Jenis pohon yang bisa disambung jumlahnya terbatas, karena harus pohon yang sekeluarga.  Hal lain yang harus diperhatikan adalah : Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera dirempel/dipangkas agar tidak menjadi cabang. Perempalan paling lambat dilakukan 1 minggu sekali. Pada tanaman tomat yang tingginya terbatas, perempalannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel supaya tanaman tidak terlalu pendek.  Perempalan yang baik dilakukan pada pagi hari agar luka bekas rempalan cepat kering dengan cara : ujung tunas dipegang dengan tangan yang bersih, lalu digerakkan ke kanan kiri sampai tunas tersebut lepas. Apabila terlambat merempel, tunas akan cabang yang besar dan sukar putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting tajam yang bersih. Ketinggian tanaman tomat dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah sudah mencapai 5-7 buah.


Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan tanaman, cara pemupukan adalah : Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi pupuk buatan. Pupuk dapat diberikan melalui kocoran NPK dengan dosis 4-5 gr/ liter air dan diberikan 1 gelas aqua tiap batang.  Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 minggu sesudah tanam.  Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk lagi.  Kebutuhan air pada budidaya tanaman tomat tidak terlalu banyak, namun tidak boleh kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan pada areal tanaman tomat dapat menyebabkan tanaman tomat tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit. Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan patogen sehingga tanaman tomat dapat mati keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah berkurang. Pori-pori yang terisi oleh air mendesak oksigen keluar dari dalam tanah sehingga tanah menjadi anaerob yang menyebabkan proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah yang demikian menyebabkan kerontokan bunga dan menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan sehingga mengurangi pertumbuhan dan perkembangan generatif (buah). Sebaliknya kekurangan air yang berkepanjangan pada pertanaman tomat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada stadia awal, mengakibatkan pecah-pecah pada buah apabila kekurangan air terjadi pada stadia pembentukan hasil dan dapat menyebabkan kerontokan bunga apabila kekurangan air terjadi selama periode pembungaan.


Pemasangan ajir dimaksudkan untuk mencegah tanaman tomat roboh. Hal-hal yang perlu diperhatikan : Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang antara 100-175 cm, tergantung dari varietasnya.  Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin, ketika tanaman masih kecil akar masih pendek, sehingga akar tidak putus tertusuk ajir. Akar yang luka akan memudahkan tanaman terserang penyakit yang masuk lewat luka. Jarak ajir dengan batang tomat ± 10-20 cm.  Cara memasang ajir bermacam-macam, misalnya ajir dibuat tegak lurus atau ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga. Agar tidak dimakan rayap, ajir diolesi dengan ter atau minyak tanah.  Tanaman tomat yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir. Pengikatan jangan terlalu erat yang penting tanaman tomat dapat berdiri. Pengikatan dilakukan dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekan antara batang tomat dengan ajir yang dapat menimbulkan luka. Tali pengikat, misalnya tali plastik harus dalam keadaan bersih. Setiap bertambah tinggi ± 20 cm, harus dilakukan pengikatan lagi agar batang tomat selalu berdiri tegak.