(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Sudah Pakai Pestisida Tapi Hama Tidak Hilang

Admin distan | 25 Agustus 2025 | 55 kali

 

Oleh:

Rafika Ardiani, S.P. POPT Ahli Pertama/Balai Penyuluhan Pertanian

Kecamatan Gerokgak

 

 

Penggunaan pestisida telah menjadi salah satu cara utama yang dilakukan petani dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pestisida dianggap sebagai solusi cepat dan praktis untuk menekan populasi hama yang dapat menurunkan hasil pertanian. Namun, tidak jarang petani mengeluhkan bahwa meskipun sudah menyemprotkan pestisida berulang kali, hama tetap tidak hilang bahkan semakin sulit dikendalikan. Fenomena ini dikenal dengan istilah resistensi hama terhadap pestisida.

Apa Itu Resistensi Hama?   

Resistensi hama adalah kemampuan suatu populasi hama untuk bertahan hidup meskipun telah terpapar dosis pestisida yang sebelumnya efektif membunuhnya. Kondisi ini muncul akibat tekanan seleksi, di mana hanya individu hama yang memiliki sifat tahan (resisten) yang mampu bertahan, kemudian berkembang biak dan mendominasi populasi berikutnya. Akibatnya, pestisida yang sama tidak lagi efektif meskipun dosisnya ditingkatkan.

Faktor Penyebab Resistensi

Beberapa faktor yang mendorong terjadinya resistensi hama antara lain:

1. Penggunaan pestisida yang berlebihan tanpa memperhatikan dosis anjuran.

2. Pemakaian jenis pestisida yang sama secara terus-menerus, sehingga hama terbiasa dan beradaptasi.

3. Kurangnya penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yang seharusnya memadukan metode biologis, mekanis, dan kimiawi.

4. Siklus hidup hama yang cepat, memungkinkan terjadinya mutasi genetik yang mendukung ketahanan.

Dampak Resistensi bagi Petani       

Resistensi hama membawa kerugian besar bagi petani. Selain biaya produksi meningkat akibat pembelian pestisida tambahan, hasil panen pun dapat menurun drastis karena serangan hama tetap tinggi. Tidak hanya itu, peningkatan dosis dan frekuensi aplikasi pestisida juga dapat mencemari lingkungan serta menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia.

Solusi Mengatasi Resistensi 

Untuk mencegah dan mengendalikan resistensi, petani perlu menerapkan strategi berikut:

·         Rotasi bahan aktif pestisida dengan mekanisme kerja yang berbeda.

·         Mengurangi ketergantungan pada pestisida dengan menerapkan PHT, misalnya memanfaatkan musuh alami hama seperti parasitoid dan predator.

·         Menggunakan pestisida sesuai dosis anjuran, tidak berlebihan maupun kurang dari ketentuan.

·         Mengintegrasikan teknologi budidaya ramah lingkungan, seperti varietas tahan hama dan sanitasi lahan.

Jika hama tidak kunjung hilang meski sudah menggunakan pestisida, besar kemungkinan Anda sedang menghadapi masalah resistensi. Solusinya bukan sekadar meningkatkan dosis, melainkan dengan menerapkan prinsip pengendalian yang bijak dan terpadu. Dengan demikian, keberlanjutan produksi pertanian dapat terjaga, hasil panen meningkat, dan kerugian akibat serangan hama dapat ditekan.

 


Sumber :

 Prijono, D. (2021). Resistensi serangga hama terhadap insektisida: mekanisme, deteksi dan strategi pengelolaannya. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia.

Sparks, T. C., & Nauen, R. (2015). IRAC: Mode of action classification and insecticide resistance management. Pesticide Biochemistry and Physiology, 121, 122–128.

Hidayat, P., & Buchori, D. (2018). Resistensi serangga hama: ancaman terhadap ketahanan pangan. Jurnal Entomologi Indonesia.