(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Mengenal Penyakit Fusarium pada Tanaman Stroberi dan Si-Agens Hayati Trichoderma, spp.

Admin distan | 22 Oktober 2024 | 959 kali

Oleh : I Gede Sila Adnyana, S.P. ( POPT Ahli Pertama )


Tanaman stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati masyarakat karena rasanya yang manis dan kandungan nutrisi yang kaya. Namun, budidaya stroberi tidak lepas dari ancaman berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Penyakit ini dikenal sebagai Fusarium wilt atau penyakit layu Fusarium, yang dapat menyebabkan kerugian besar pada tanaman stroberi jika tidak dikelola dengan baik.

Penyakit layu Fusarium pada stroberi dapat menyebabkan kematian tanaman dan menurunkan hasil produksi secara signifikan. Salah satu metode pengendalian yang mulai banyak diterapkan adalah penggunaan agen hayati Trichoderma sebagai biofungisida alami (agens hayati).

Fusarium oxysporum merupakan jamur patogen tanah yang dapat bertahan di tanah dalam bentuk spora yang sangat resisten (chlamydospore) selama bertahun-tahun tanpa inang. Siklus hidup Fusarium oxysporum dimulai ketika spora dorman ini mendapatkan kondisi lingkungan yang mendukung, seperti kelembapan yang tinggi dan suhu tanah yang hangat. Spora kemudian berkecambah dan menginfeksi tanaman melalui akar.

Setelah masuk ke sistem akar, Fusarium oxysporum menyerang jaringan xilem (pembuluh pengangkut air), menghambat transportasi air dan nutrisi dari akar ke seluruh bagian tanaman. Ini menyebabkan gejala layu pada tanaman, terutama pada kondisi cuaca yang panas atau ketika tanaman membutuhkan lebih banyak air. Infeksi dapat menyebar ke seluruh tanaman melalui jaringan vaskular dan berlanjut hingga tanaman akhirnya mati.

Jamur ini menghasilkan spora dalam jaringan tanaman yang terinfeksi, yang kemudian dilepaskan ke tanah saat tanaman mati atau bagian-bagian tanaman membusuk. Spora-spora ini dapat bertahan dalam tanah dalam waktu yang lama dan menginfeksi tanaman lain yang ditanam di lahan yang sama.

Gejala awal infeksi Fusarium oxysporum pada tanaman stroberi biasanya sulit dikenali karena dimulai dari akar, yang tidak terlihat oleh petani. Namun, beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:

1.       Layu pada daun: Daun tanaman mulai layu meskipun kondisi tanah tampak lembap. Layu ini sering kali dimulai dari daun bagian bawah, kemudian menyebar ke bagian atas tanaman.

2.        Kuning pada daun: Daun yang terinfeksi mulai menguning, terutama di sepanjang tepi daun.

3.        Pertumbuhan terhambat: Tanaman yang terinfeksi biasanya tumbuh lebih lambat dibandingkan tanaman sehat di sekitarnya.

4.        Kematian tanaman: Jika infeksi parah, tanaman stroberi bisa mati dalam beberapa minggu setelah gejala awal muncul.

5.        Akar membusuk: Akar yang terinfeksi terlihat coklat gelap atau hitam, menunjukkan adanya pembusukan.



Pengendalian penyakit layu fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara kimiawi, mekanis, maupun hayati. Salah satu metode yang cukup efektif dan ramah lingkungan adalah penggunaan agen hayati Trichoderma spp.. Trichoderma merupakan jamur antagonis yang dapat menghambat perkembangan jamur patogen seperti Fusarium oxysporum melalui berbagai mekanisme, antara lain:

1.  Kompetisi ruang dan nutrisi: Trichoderma bersaing dengan Fusarium dalam mendapatkan ruang dan nutrisi di zona akar tanaman stroberi. Dengan kehadiran Trichoderma, perkembangan Fusarium dapat ditekan karena sumber daya yang diperlukan untuk pertumbuhannya berkurang.

2. Mekanisme parasitisme: Trichoderma dapat berperan sebagai parasit bagi Fusarium. Jamur ini menghasilkan enzim-enzim seperti chitinase yang dapat melarutkan dinding sel Fusarium, sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian pada patogen tersebut.

3. Produksi metabolit antimikroba: Trichoderma menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan Fusarium dan patogen lainnya. Senyawa ini berfungsi sebagai penghalang alami yang melindungi akar tanaman stroberi dari serangan patogen.

4.   Induksi ketahanan tanaman: Selain bertindak sebagai agen biologis, Trichoderma juga mampu merangsang tanaman untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi patogen. Jamur ini memicu sistem pertahanan tanaman (Systemic Acquired Resistance, SAR) yang membantu tanaman stroberi lebih tahan terhadap serangan Fusarium.



Untuk mengoptimalkan pengendalian penyakit Fusarium, Trichoderma dapat diaplikasikan pada beberapa tahap dalam budidaya stroberi:

1.   Pengolahan tanah: Sebelum penanaman, tanah dapat diinokulasi dengan spora Trichoderma untuk meningkatkan populasi jamur baik di dalam tanah dan mengurangi risiko infeksi Fusarium. Inokulasi ini bisa dilakukan dengan mencampur kompos atau pupuk kandang yang telah diperkaya dengan Trichoderma.

2.   Perlakuan pada bibit: Bibit stroberi dapat direndam dalam larutan spora Trichoderma sebelum ditanam untuk memberikan perlindungan awal terhadap serangan Fusarium.

3.    Aplikasi secara periodik: Trichoderma dapat diaplikasikan secara berkala melalui penyiraman atau pemupukan berkelanjutan, terutama di daerah dengan sejarah serangan Fusarium. Ini bertujuan untuk menjaga populasi Trichoderma tetap tinggi di zona akar.



Penyakit layu Fusarium merupakan ancaman serius bagi tanaman stroberi, terutama karena sifatnya yang sulit dikendalikan dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Namun, dengan penggunaan agen hayati seperti Trichoderma, petani dapat menerapkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengendalikan penyakit ini. Trichoderma tidak hanya efektif dalam menekan pertumbuhan Fusarium, tetapi juga memberikan manfaat lain seperti meningkatkan ketahanan tanaman dan membuat pertumbuhan yang sehat. Pengelolaan terpadu yang melibatkan penggunaan agen hayati, praktik budidaya yang baik, dan sanitasi lingkungan yang tepat dapat membantu petani dalam mengatasi tantangan ini dan meningkatkan hasil produksi stroberi yang optimal.



Daftar Pustaka

  • Marlina, E., & Susanti, R. 2010. Pengendalian Penyakit Tanaman Stroberi dengan Aplikasi             Trichoderma. Jurnal Hortikultura Indonesia, 3(2), 115–121.