(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

PARASIT TELUR PENGGEREK BUKAN HAMA MELAINKAN SAHABAT PETANI

Admin distan | 20 Agustus 2025 | 78 kali


I Wayan Sudiarta, S.P.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Busungbiu

 

Penggerek batang padi merupakan salah satu hama utama yang sering menimbulkan kerugian besar bagi petani. Serangan hama ini dapat menyebabkan gejala “sundep” pada fase vegetatif dan “beluk” pada fase generatif, sehingga mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan. Selama ini, pengendalian hama penggerek batang banyak dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida kimia. Meskipun cara tersebut dapat menekan populasi hama, namun penggunaan berlebihan justru berdampak negatif terhadap lingkungan, merusak ekosistem sawah, dan membunuh musuh alami yang bermanfaat. Salah satu musuh alami yang sangat penting dalam pengendalian alami penggerek batang adalah parasit telur, khususnya dari kelompok Telenomus Rowani spp.

Parasit telur Telenomus Rowani bekerja dengan cara meletakkan telurnya di dalam telur penggerek batang. Telur hama yang telah diparasit tidak akan menetas menjadi larva penggerek, melainkan menjadi tempat berkembangnya larva Telenomus Rowani. Dengan demikian, populasi penggerek batang dapat ditekan secara alami tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan. Melestarikan keberadaan parasit telur ini merupakan salah satu strategi penting dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di lahan padi.

Upaya pelestarian parasit telur dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, mengurangi penggunaan insektisida kimia, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Penyemprotan yang berlebihan justru akan mematikan musuh alami, termasuk Telenomus Rowani. Jika penggunaan pestisida tidak bisa dihindari, sebaiknya dipilih jenis pestisida yang bersifat selektif, dosisnya rendah, dan diaplikasikan secara bijak hanya saat populasi hama melebihi ambang kendali.

Kedua, menanam tanaman refugia di sekitar lahan sawah. Tanaman refugia seperti bunga matahari, kenikir, atau bunga kertas berfungsi menyediakan nektar dan habitat bagi serangga parasitoid agar tetap bertahan di lingkungan sawah. Keberadaan refugia membantu menjaga populasi Telenomus Rowani tetap tinggi sepanjang musim tanam.

Ketiga, memelihara keseimbangan ekosistem sawah melalui penggunaan pupuk organik, pengaturan air yang baik, serta rotasi tanaman. Ekosistem yang sehat akan mendukung kehidupan berbagai organisme menguntungkan, termasuk parasit telur. Selain itu, petani juga dapat memanfaatkan teknologi pelepasan massal Telenomus Rowani yang diproduksi secara komersial, sehingga populasi parasitoid di sawah lebih terkendali dan efektif menekan hama.

Dengan melestarikan parasit telur penggerek batang, petani tidak hanya dapat menekan populasi hama secara berkelanjutan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada insektisida kimia. Hal ini pada akhirnya mendukung terciptanya pertanian padi yang ramah lingkungan, hemat biaya, serta mampu menjaga produktivitas hasil panen. Melalui pendekatan ini, sawah tetap terjaga kelestariannya dan kesejahteraan petani dapat meningkat.


Daftar Pustaka

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2014. Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi dengan Musuh Alami. Kementerian Pertanian RI, Jakarta.

Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. 2017. Pedoman Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta.