(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

JADAM SULFUR SEBAGAI FUNGISIDA RAMLI

Admin distan | 28 November 2024 | 4360 kali

Oleh : Vani Silvana, S.P / Ahli Pertama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan

Serangan OPT terutama yang disebabkan oleh cendawan, sangat meresahkan petani dalam melakukan budidaya tanaman. Salah satu cara mengendalikan OPT yang disebabkan oleh cendawan adalah dengan menggunakan fungisida ramah lingkungan. Fungisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan cendawan penyebab penyakit pada tanaman. Jadam Sulfur merupakan salah satu fungisida ramah lingkungan dengan berbahan dasar belerang. Bahan yang digunakan untuk membuat 5 liter jadam sulfur, diantaranya bubuk belerang 99 % sebanyak 1,25 kg, soda api 1 kg, 125 gram garam krosok/ kasar, air 4,1 liter. Dalam membuat jadam sulfur gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan karet, kacamata, dan masker. Cara membuat jadam sulfur, yaitu dengan menyiapkan ember/ wadah berukuran lebih dari 5 liter dan alat pengaduk. Masukkan bubuk belerang yang sudah disiapkan sebanyak 1,25 kg kedalam wadah, tuang soda api sebanyak 1 kg kedalam wadah dengan hati-hati, jangan sampai terkena kulit dan terhirup debunya, tambahkan 125 gr garam krosok kedalam wadah, Tuang 2,5 liter air dengan hati-hati, aduk semua bahan hingga larut selama 15 menit sampai suhunya mulai turun. Setelah suhunya mulai turun tambahkan air hujan sebanyak 1,6 liter kemudian aduk hingga merata. Setelah semua merata tutup wadah dan diamkan selama kurang lebih 1 jam atau sampai larutannya dingin, jadam sulfur sudah bisa digunakan. Dosis yang digunakan pada jadam sulfur yaitu 2 ml untuk 1 liter air, pengaplikasikan dilakukan dengan cara di spray/ disemprot. Aplikasikan pada bagian tanaman yang terserang OPT saat pagi atau sore hari. Jadam Sulfur dengan bahan aktif belerang memiliki kemampuan untuk membunuh patogen yang menyerang pada tanaman. Belerang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan perkembangan cendawan patogen. Selain kegunaannya untuk mengendalikan OPT pada tanaman, belerang berperan penting dalam metabolisme nitrogen, aktivitas enzim, sintesis protein, dan minyak. Belerang juga membantu perkembangan pucuk, akar, dan anakan. Belerang dapat meningkatkan kualitas tanah dan memperbaiki pH tanah. Tanah yang kekurangan belerang dapat menjadi asam dan tidak subur. 


Daftar Pustaka

Basuki,dkk. 2024. Pelatihan Pembuatan Pestisida Berbahan Aktif Sulfur Sebagai Bahan Serbaguna Penyelesaian Permasalahan Petani Desa Slateng, Ledokombo, Jember. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(2). 750-754.