(0362) 25090
distan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian

Bioinsektisida Sebagai Pengendalian Ramah Lingkungan Hama Penggerek Batang Padi

Admin distan | 26 Agustus 2025 | 21 kali

oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P

POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sawan

 

Padi merupakan komoditas pangan utama yang sangat rentan terserang OPT. Salah satu kendala terbesar dalam budidaya padi adalah serangan hama khususnya penggerek batang padi yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman dan menurunkan hasil panen secara signifikan. Selama ini, penggunaan insektisida kimia menjadi solusi utama untuk mengatasi hama. Namun, penggunaan jangka panjang insektisida sintetis dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti resistensi hama, keracunan organisme non-target, dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan semakin dibutuhkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan bioinsektisida.

 

Apa Itu Bioinsektisida?

Bioinsektisida adalah pestisida alami berbasis mikroorganisme (bakteri, jamur, virus), senyawa metabolit, atau ekstrak tumbuhan yang digunakan untuk mengendalikan populasi hama serangga. Berbeda dengan insektisida kimia, bioinsektisida bekerja secara spesifik, tidak mencemari lingkungan, dan aman bagi organisme non-target (Badan Litbang Pertanian, 2019)

 

Jenis Bioinsektisida untuk Penggerek Batang Padi

1. Berbasis Bakteri: Bacillus thuringiensis (Bt)

  • Mekanisme kerja: Spora menghasilkan toksin kristalin (Cry protein) yang aktif di saluran pencernaan larva penggerek. Setelah tertelan, racun ini menghancurkan dinding usus larva, menyebabkan kematian (Yuniarti,A., & Astuti, D. A., 2021). Bakteri Bacillus thuringiensis biasanya dijual dalam bentuk kemasan atau didapatkan dari laboratorium
  • Keunggulan:
    • Spesifik terhadap larva Lepidoptera (termasuk penggerek).
    • Tidak membahayakan manusia, hewan, dan serangga berguna.
    • Mudah dikombinasikan dengan strategi pengendalian lain

2. Berbasis Jamur Entomopatogen: Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae

  • Mekanisme kerja: Spora jamur menempel pada kutikula serangga, menembus tubuhnya, dan menginfeksi dari dalam (Widiyastuti, R., & Susilowati, A. 2020).
  • Keunggulan:
    • Dapat menyebar secara alami melalui populasi hama.
    • Bertahan di lingkungan lembap seperti sawah.
    • Menurunkan populasi hama secara perlahan dan berkelanjutan
    • Jamur Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae biasanya dijual dalam bentuk kemasan atau didapatkan dari laboratorium

3. Berbasis Senyawa Nabati (Insektisida Nabati)

  • Contoh: daun dan biji mimba, tembakau, serai dan lengkuas.
  • Mekanisme kerja:
    • Bertindak sebagai antifeedant (penghambat makan), oviposisi inhibitor (penghambat bertelur), atau racun kontak.
  • Keunggulan:
    • Mudah dibuat oleh petani secara mandiri memanfaatkan bahan disekitar
    • Aman bagi lingkungan dan manusia.

 

Cara penggunaan Bioinsektisida pada lahan sawah

1.      Dosis Bacillus thuringiensis

·  2–3 gram/liter air (jika bentuknya tepung WP atau granul)

·  500–1000 gram/ha untuk aplikasi skala luas

·  Volume semprot: 400–600 liter larutan/ha

2.      Dosis Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae

·  Konsentrasi larutan semprot:  5–10 gram/liter air

·  Volume semprot: 400–600 liter/ha

3.      Aplikasi insektisida nabati

·  Volume semprot: 400–600 liter larutan/ha

·  Dosis bahan aktif (hasil ekstrak):sekitar 2–5 liter larutan pekat/ha (tergantung jenis tanaman dan tingkat ekstraksi)

· Dosis bahan segar (jika langsung dibuat): sekitar 2–5 kg bahan segar (daun/biji) direndam dalam 10–15 liter air, untuk lahan 0,1 hektar (~1000 m²)

Bioinsektisida adalah salah satu solusi pengendalian hama penggerek batang padi yang ramah lingkungan, efektif, dan berkelanjutan dibandingkan dengan insektisida kimia. bioinsektisida bekerja secara lebih spesifik terhadap hama target tanpa merusak lingkungan, tidak mencemari tanah dan air, serta aman bagi manusia dan organisme non-target seperti musuh alami. Dengan penerapan yang tepat, bioinsektisida dapat menjadi kunci dalam menjaga produktivitas padi sekaligus melestarikan ekosistem sawah.

 

Daftar Pustaka

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2019). Bioinsektisida untuk Pengendalian Hama Tanaman. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Yuniarti, A., & Astuti, D. A. (2021). Efektivitas Aplikasi Bacillus thuringiensis terhadap Penggerek Batang Padi (Scirpophaga incertulas). Jurnal Proteksi Tanaman Tropis, 23(2), 87–94. https://doi.org/10.22146/jptt.2021.12345

Widiyastuti, R., & Susilowati, A. (2020). Potensi Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae dalam Mengendalikan Penggerek Batang Padi. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 18(3), 135–142.