Pengamatan Penyakit Embun Jelaga pada komoditi Jeruk

  • Admin Distan
  • 11 April 2019
  • Dibaca: 511 Pengunjung

Kendala yang sering ditemui oleh petani jeruk adalah terserangnya hama dan penyakit. Kerugian yang bisa diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit bisa mencapai 100 % jika tidak dikendalikan. Salah satu penyakit yang dapat menurunkan produksi jeruk adalah penyakit embun jelaga.
Pengamatan lapangan hari ini Selasa, 09 April 2019 dilaksanakan di salah satu Petani Jeruk di Dusun Kanginan Desa Penuktukan Kec. Tejakula Kab. Buleleng oleh Pengamat Hama dan Penyakit Kec. Tejakula. Penyakit yang diamati pada pagi hari ini adalah penyakit embun jelaga pada pertanaman jeruk Keprok khas Tejakula. Akibat keberadaan penyakit tersebut, petani mengeluh dan frustasi jika tanaman yang mereka tanam mengalami kondisi yang demikian.

Pak Nyoman Tadi, salah satu petani jeruk keprok di desa Penuktukan mengungkapkan jika tanaman yang dia tanam selama 8 tahun ini terdapat sejenis kutu putih yang menyerang tanamanya, kutu putih tersebut biasanya membuat sarang pada daun muda yang kemudian kutu putih tersebut meninggalkan seperti kotoran hitam yang menutupi semua permukaan daun, akibatnya daun pada tanaman terlihat hitam seperti dilapisi arang. Intensitas Serangan yang diamati yaitu berjumlah 25 pohon dengan jumlah waspada yaitu 100 pohon

Pihak Pengamat Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Wilayah Kec. Tejakula pun menanggapi hal ini dan mengungkapkan pada petani bahwa penyebab kejadian tersebut diakibatkan oleh penyakit yang disebut Embun Jelaga.

Kadek (Pengamat Hama dan Penyakit Distan Buleleng wil. Kec. Tejakula) mengatakan Penyakit Embun jelaga ini disebabkan oleh capnodium sp. sejenis jamur yang tumbuh pada tanaman dan membentuk koloni berwarna hitam.
Gejalanya bisa dilihat pada permukaan daun yang berwarna hitam. Tanaman yang terserang biasanya tidak langsung mati melainkan akan terganggu proses fotosintesisnya, dan berakibat mengganggu produktifitas tanaman jeruk.

Berdasarkan pengamatan dan diskusi kepada petani, selain tanaman jeruk mereka, tanaman lain juga menjadi inang dari penyakit ini seperti halnya lamtoro dan gamal. Namum pak kadek juga mengingatkan bahwa vektor pembawa dari penyakit yakni sejenis trips atau serangga kecil yang hinggap dari tanaman yang terserang ke tanaman yang masih sehat, jadi perlu juga untuk membasmi vektor pembawa bibit penyakit embun jelaga ini.

Rekomendasi yang diberikan yaitu dengan membersihkan areal pertanaman agar tidak terdapat sarang bagi vektor pembawanya, namun jika sudah merusak dan mencapai batas ambang ekonomi, pak kadek menyarankan agar membasmi menggunakan insektisida racun kontak maupun sistemik untuk mengusir vektor dari embun jelaga ini sehingga disaat keberadaan vektornya hilang, maka penyakit embun jelaga dapat diminimalisir.

 

 

I Kade Purnawirawan Putra_BPP Tejakula.

Share Post :