Pengamatan Tanaman Jagung

  • Admin Distan
  • 19 Juni 2019
  • Dibaca: 485 Pengunjung

Pada pengamatan kali ini yang dilakukan di desa brombong kecamatan Gerokgak, yang dimana dalam pengamatan ini dilakukan pengamatan pada tanaman jagung.

Kita mengetahui bahwa tanaman jagung merupakan tanaman yang paling di butuhkan setelah padi. Sebagai tanaman semusim jagung memiliki penyesuaian siklus hidup antara 80-150 hari. Tanaman jagung dapat dibedakan menjadi dua jenis kelamin bunganya yaitu bunga jantan dan bunga betina yang terpisah dalam satu tanaman.

Tanaman jagung khususnya di desa brombong merupakan tanaman yang sering ditanam oleh petani karena didesa ini untuk menanam padi sawah kurang efektif dikarenakan kendala dengan air, hanya saja cuman bisa menanam padi gogo yang identiknya tidak memerlukan air banyak yang hanya bisa ditanam 1 tahun sekali di musim hujan saja.

Kendala yang sering dihadapa petani jagung biasanya tidak lain adanya serangan hama dan penyakit yang terkadang bisa menurunkan hasil produksi khususnya tanaman jagung.
Seperti contohnya hama yang sering mengganggu tanaman jagung ; hama ulat tanah, ulat grayak, belalang, ulat penggerek batang/tongkol. Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung ; hawar daun, bulai dll.

Sebagai petugas POPT kec.Gerokgak menyarankan petani agar selalu sigap apabila ada perubahan atau gejala-gejala serangan hama ataupun penyakit. Tidak hanya tanaman jagung saja melainkan tanaman lainnya. Apabila ada serangan hama atau penyakit disarankan untuk sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan baik secara langsung ataupun tidak langsung dan segera melaporkan ke petugas POPT Agak bisa ditindaklanjuti.

 

 

 

 

( DewaMadeArimbawa_BPP Gerokgak )

Share Post :