TEKNOLOGI BUDIDAYA CABAI DALAM POT

  • Admin Distan
  • 15 Juni 2020
  • Dibaca: 51 Pengunjung

Pendahuluan

            Cabai merupakan salah satu komoditas yang harganya dapat mempengaruhi inflasi. Harga cabai kerab kali melambung tinggi hingga sulit dijangkau lagi oleh masyarakat. Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas menyukai rasa makanan yang pedas, kenaikan harga cabai ini cukup meresahkan. Hal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam beberapa tanaman cabai. Bila lahan pekarangan terbatas, tanaman cabai dapat ditanam ditanam dalam pot atau polybag. Menanam cabai dalam pot atau polybag, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Inovasi ini dikenal dengan Rumah Pangan Lestari (RPL) program Kementerian Pertanian, sedangkan di Provinsi Bali dikenal dengan Puspasari (Pusat Pangan Sehat dan Lestari).

Penyiapan Benih

            Bibit dapat dibeli pada kios-kios pertanian, tetapi harus dilihat batas penggunaannya (kadarluarsa). Benih dapat dibuat sendiri dengan cara memilih buah cabai yang matang (merah) bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak terserang penyakit. Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah. Cuci biji lalu dikeringkan. Kemudian pilih biji yang bentuk ukuran, warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak keriput.

Penyemaian

            Sebelum ditanam (baik di pot maupun ditanam langsung dilahan) benih cabai sebaiknya disemai terlebih dahulu sebagai berikut:

            Rendam benih cabai dengan air hangat selama 1 jam supaya kulit benihnya melunak, cepat berkecambah, dan mencegah serangan penyakit antraknosa.

            Iapkan media semai yang digunakan adalah campuran kompos atau pupuk organic, tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1:1

            Setelah bahan tercampur, masukkan bahan pada media kantung plastic dengan ukuran 8x9 cm atau media semai lain seperti bekas minuman air minera, bamboo yang dipotong-potong atau dibuat dari daun pisang, isi dengan media semai sampai 90% dan buat lubang pembuangan air pada bagian bawah wadah yang telah terisi.

Media Tanam

            Media tanam harus sudah siap paling lambat satu minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos atau pupuk organic dan sekam padi dengan perbandingan volume 1:1:1 tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP36, 5 gr KCL. Aduk ketiga bahan ini sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot atau polybag dan siramkan air ke atas media agar pupuk larut dalam tanah.

Penanaman

            Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki mineral empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus, berumur tidak lebih dari 30 hari.

Proses penanamannya adalah :

  1. Pilih bibit yang baik, yaitu yang pertumbuhannya tegak, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama dan penyakit.
  2. Tanam bibit tersebut di polybag/pot penanaman
  3. Tanam bibit tepat di tengah, lalu tambahkan media tanam hingga mencapai sekitar 2 cm dari bibir polybag
  4. Padatkan permukaan media tanam dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung

Pemeliharaan Tanaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah:

  1. Penyiraman tergantung pada keadaan cuaca, pada udara panas lakukan setiap pagi dan sore hari demikian juga pada pembibitan
  2. Pasang ajir atau bambu pada media tanam, pada umur 10-15 setelah tanam ikatkan batang tanaman yang yang berada pada bawah cabang utama dengan tali plastic dan pada umur 30-40 hari setelah tanam ikat tanaman diatas cabang utama.
  3. Lakukan pembuangan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama, yang bertujuan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat optimal
  4. Lakukan pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan menggemburkan medianya.
  5. Lakukan pemupukan secara kocor mulai umur 7 sampai 60 hari setelah tanam dengan pupuk NPK kosentrasi 7 g/l sebanyak 250 cc/tanaman dengan interval 7 hari. Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 g/l.

Pengendalian OPT

            Hama yang menyerang cabai adalah belalang ulat, keong kecilo dan kutu putih. Jika ada hama, maka hama tersebut dapat diusir dengan menggunakan ekstrak bawang putih yang disemprotkan ke tanaman. Cara membuatnya adalah dengan melarutkan bawang putih yang telah dihaluskan dengan air. Jika dibalik daun ada hama dan penyakit berwarna putih (kutu putih) biasanya akan menular. Jauhkan tanaman yang tereserang dari tanaman lain kemudian semprotkan ekstrak tembakau yang dibuat dari perasan air daun tembakau segar. Saat musim hujan, penyakit yang biasa menyerang adalah busuk akar yang dicirikan oleh kondisi pohon yang tiba-tiba layu dan daunnya menguning karena serapan nutrisi terganggu akibat akarnya busuk. Jika hal ini terjadi, maka tanaman harus dicabut, dibuang dan dibakar agar tidak menular ke tanaman yang lain.

Panen dan Pasca Panen

            Cabai dapat dipanen kisaran umur 80-90 hari, panen dilakukan sesuai kebutuhan, usahakan cabang jangan sampai pateh. Saat terbaik memanen cabai adalah saat buah belum seluruhnya merah dan masih ada garis hijaunya. Jika anda simpan, masih bisa tahan 2-3 hari. Panenlah di pagi hari setelah embun menguap. Buah yang rusak harus dibuang.

            Umur cabai di polybag dengan media tanam yang memadai bisa mencapai 5-6 bulan. Buah cabai yang dipanen dimasukkan kedalam kantong jala. Penyimpanan dilakukan di tempat yang kering dan sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Jika disimpan dilemari es, maka alasi dasar wadah dengan tisu dapur atau kain katun, tutup rapat. Simpan di lemari es (ukan difreezer). Cara penyimpanan ini akan memperpanjang daya simpan cabai sampai sebulan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share Post :