RJIT MAMPU MENINGKATKAN IP DAN PRODUKSI PADI DI SUBAK TAMBAHAN KEC.KUBUTAMBHAN

  • Admin Distan
  • 05 September 2019
  • Dibaca: 59 Pengunjung

Dalam rangka Upaya Khusus peningkatan produksi padi,salah satu yang dilaksanakan yaitu program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier yang merupakan faktor penting dalam usahatani padi yang mempunyai dampak langsung terhadap luasan areal penanaman padi. Subak Tambahan berada di desa Kubutambahan Kec.Kubutambahan Kab.Buleleng Bali dengan Luas 60 ha, pada Tahun 2017 subak tersebut mendapat bantuan Rehab Jaringan Tersier (RJIT) dari Dinas Pertanian Kab.Buleleng yang bersumber dari dana APBN yaitu Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian.

Pengelolaan dana tersebut secara swakelola kelompok melalui transper ke rekening Atas Nama Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) kelompok/subak Tambahan pada Bank Pemerintah (BRI). Tahapan pelaksanaan kegiatan Rehab Jaringan Irigasi Tersier melalui tahapan yang sangat ketat dimulai dari sbb :


a).Survei Investigasi dan Disain (SID) ,

b) Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK),

c).Pengecekan persyaratan administrasi, dan

d).Pelaksanaan Konstruksi.

Dalam persyaratan administrasi ada point kegiatan :pembukaan rekening atas nama UPKK,penyususnan perjanjian dana bantuan pemerintah dan pengajuan pencairan dana. Dalam pencairan dana jika nilai bantuan dibawah Rp.100.000.000,- bisa dicairkan sekaligus,namun jika nilai bantuan diatas Rp.100.000.000,- maka akan dibayarkan 2 (dua) tahap yaitu tahap I sebesar 70% dari jumlah dana dan tahap ke II 30%. Pengajuan tahap ke II bisa dilaksanakan apabila pelaksanaan pisik dilapangan sudah mencapai 50% yang dibuktikan dengan foto pisik lapangan dan nota nota belanja barang.

Salah satu kreteria dari kegiatan Rehab Jaringan Irigasi adalah dilaksanakan pada jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan dan atau memerlukan peningkatan agar air sampai tepat pada petakan sawah.
Adapun Target Rehab Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Subak Tambahan Kec.Kubutambahan
Kab.Buleleng adalah sbb :

a. Panjang saluran : 191,66 m
b. Volume : 47,92 m³.
c. Tinggi saluran : 0,50 m
d. Lebar saluran : 0,50 m


Realisasi :

a. Panjang saluran :241,5 m
b. Volume : 115,92 m³
c. Tinggi saluran : 0,60 m
d. Lebar saluran : 0,80 m


kontruksi dengan 2 (dua) sisi pasangan batu kali. Untuk pelaksanaan rehab jaringan dilaksanakan oleh anggota subak secara bergotong royong ,dengan demikian ada nilai lebih yang diperoleh sepanjang 49,84 m dari target semula sepanjang 191,66 atau ada peningkatan panjang (12,6%) dari target.


Dengan selesainya bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi tersebut sangat dirasakan oleh anggota subak terutama dalam penyediaan air irigasi untuk tananaman. Sekarang ini anggota subak tidak lagi mengeluhkan kehilangan air irigasi yang disebabkan oleh : bocornya saluran irigasi,poriusnya saluran irigasi akibat tanah yang berpasir,serta adanya peningkatan Indek Penanaman Padi (IP) dan meningkatnya produksi padi (sesuai tabel).
Tabel : Pengaruh/Dampak RJIT disubak Tambahan Ds Kubutambahan Kab.Buleleng Parameter Sebelum RJIT Setelah RJIT :


1.Indek Penanaman Padi [IP] 245-255 275
2.Produktivitas 8,77 ton/ha GKG 10,32 ton/ha GKG
3.Produksi 586,2 ton GKG 619,2 ton GKG
- - -

Selain itu dampak dari kegiatan tersebut adalah memupuk nilai-linai gotong royong yang selama ini hamper pudar dan meningkatnya rasa tanggung jawab/partisipasi anggota subak
dalam memelihara jaringan irigasi. Demikian semoga kedepannya program Rehab jaringan Irigasi tetap dilaksanakan bagi subak-subak yang saluran irigasinya mengalami kerusakan guna mendukung kegiatan Upaya Khusus peningkatan padi yang merupakan salah satu Nawa Cita dari Pemerintahan Bapak Jokowi yaitu berdaulat dalam Pangan di wilayah Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Kubutambahan.

Oleh :

(Made Carma,SP)

 

Share Post :