PENGELOLAAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN PADA TANAMAN PISANG

  • Admin Distan
  • 15 Juni 2020
  • Dibaca: 85 Pengunjung

Pisang  merupakan komoditas buah yang banyak dikembangkan oleh para petani di Indonesia, umumnya dalam bentuk kebun campuran. Berbagai kendala yang dihadapai dalam pengembangan tanaman pisang  anatar lain : Teknik budidaya yang masih tradisional, perawatan yang belun intensif, pengawasan jalur benih/bibit belum optimal serta adanyan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan  ( OPT ). Beberapa jenis OPT dapat menurunkan produksi dan mutu buah bahkan dapat mengakibatkan kegagalan panen, oleh Karen itu diperlukan informasi mengenai OPT dan cara pengendaliannya.

LAYU BAKTERI ( Ralstonia solanacearum E.F.Smith pv.celebensis )

            Gejala serangan penyakit diawali dengan daun muda berubah berwarna menjadi kuning, ibu tulang daun keluar garis coklat kekuning-kuningan , kemudian dalam waktu satu minggu semua daun menguning lalu menjadi coklat. Cairan merah keluar melalui luka pada batang, buah berisi seperti lendir merah kecoklatan, warna buah tampak seperti di panggang, berwarna kuning coklat, layu dan busuk.

Untuk pengendalian penyakit layu bakteri  adalah dengan cara penegrodongnan bunga dan buah dengan plastic, memotong bunga jantan ( jantung pisang  ) dengan segera setelah sisir buah terkhir terbentuk, pemusnahan dengan cara pembongkaran tanaman yang  terserang  lalu dibakar

LAYU FUSARIUM ( Fusarium oxyporum f.sp.cubense)

            Cendawan F. Oxysporum menyerang jaringan empelur batang melalui akar yang luka. Batang yang sakit akan banyak  kehilangan cairan dan berubah warna menjadi kecoklatan, sedangkan pada bagian tepi bawah daun menjadi kuning tua  ( layu ). Tangkai daun patah di bagian pangkal batang , jika pangkal batang dibelah membujur terlihat garis coklat atau hitam dari pangkal batang menuju kesemua keatas  melalui jaringan pembuluh pangkal dan tangkai daun. Gejala serangan mulai dari daun tua ( daun yang paling tua ) dan varietas yang paling rentan terhadap penyakit ini adalah pisang ambon dan raja bulu.

Untuk pengendalian  penyakit layu fusarium adalah dengan pemanfaatan agen antagonis tricoderma spp. yang dicampur dengan pupuk kandang . Akan lebih efektif apabila trichoderma  spp. digunakan saat sebelum tanam.

Share Post :