MENGENAL BANGGUL ALAT BANTU PETANI SAAT PANEN CENGKEH

  • Admin Distan
  • 26 Juni 2020
  • Dibaca: 41 Pengunjung

Kabupaten Buleleng merupakan salah satu kabupaten di Bali sebagai penghasil komoditas cengkeh. Tanaman cengkeh yang ada di Kabupaten Buleleng mencapai luas 8.091, 25 ha.

Menjelang musim panen cengkeh, petani mulai disibukkan dengan berbagai proses persiapan panennya. Persiapan yang utama adalah persiapan peralatan untuk memanjat pohon cengkeh atau yang sering disebut dengan “Banggul”. Banggul merupakan tangga yang terbuat dari bambu yang sangat membantu petani dalam memanen cengkeh pada pohon cengkeh yang besar, tinggi dan yang telah berumur puluhan tahun. Banggul digunakan untuk mempercepat pemetikan bunga cengkeh, karena pohon cengkeh memiliki banyak cabang dan bunga cengkeh muncul pada pucuk tanaman cengkeh/diatas buku daun terakhir. Sehingga apabila dipanjat langsung melalui batangnya sangat sulit dan memakan waktu lebih lama.

Banggul atau tangga bambu ini tidak seperti tangga bambu biasanya. Tangga ini terbuat dari satu bilah bambu utuh dengan beberapa pijakan kaki  yang disebut palit. Bilah bambu yang sering digunakan adalah jenis bambu petung dan bambu tali. Kedua bambu ini dipilih karena bambu ini lebih kuat dan stabil ketika dinaiki/dipanjat. Sedangkan untuk pijakan kakinya/palitnya terbuat dari berbagai bahan kayu seperti kayu lamtoro, kayu cengkeh, kayu rambutan, kayu kopi maupun bambu. Bahan-bahan yang digunakan diseleksi terlebih dahulu kemudian proses pembuatannya dilakukan secara teliti.

Pembuatan banggul diawali dengan memilih bambu yang lurus dan tidak bengkok. Bambu yang terpilih dilubangi untuk meletakan pijakan kaki. Lubang dibuat diatas buku-buku bambu dengan jarak antar lubang ± 50 cm. jumlah lubang yang dibuat tergantung dari panjang/tinggi bambu. Untuk jenis bambu tali jumlah lubang yang dibuat 15-20 lubang, sedangkan untuk bambu petung jumlah lubang bisa mencapai 35 lubang. Untuk pembuatan pijakan kakinya diawali dengan pemilihan kayu yang akan digunakan yaitu jenis kayunya dan umur kayu tersebut. Kemudian kayu dipotong dan dibentuk menjadi palit/ pijakan kaki sehingga saat digunakan terasa nyaman dikaki. Setelah palit selesai dibuat, palit dimasukkan pada lubang- lubang yang telah dibuat pada bambu.

Cara penggunaan banggul pada pohon cengkeh yaitu diawali dengan mengikat 2 buah  tali pada banggul. Tali pertama dengan panjang 2 kali tinggi banggul, diikat pada ujung banggul/ bagian atas banggul, sedanggkan tali kedua dengan panjang 2-5 meter diikat pada bagian bawah banggul yaitu pada pijakan kedua atau ketiga. Kemudian banggul diberdirikan/ ditancapkan pada tanah dibawah lingkar daun. Tali pertama direntangkan, kedua ujungnya ditarik berlawanan membentuk segitiga dan diikatkan pada batang pohon lain. Tali kedua diikatkan pada batang pohon cengkeh yang akan dipanen. Tujuan pemasangan tali adalah untuk mengurangi ayunan banggul ketika dinaiki ataupun dari hempasan angin yang datang. Sehingga banggul akan lebih stabil.

Share Post :